Duit Posyandu di Desa Sukajadi Ponsal : Angkanya Beda, Tapi Judulnya Sama?

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 13:46 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta jabar,||

Desa Sukajadi,Kecamatan Pondoksalam,Kabupaten Purwakarta, lagi-lagi dana desa jadi bahan bisik-bisik tetangga sambil ngaduk kopi sachet di warung.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini, yang jadi bahan obrolan panas bukan soal jalan rusak atau lampu mati, tapi soal duplikat anggaran untuk penyelenggaraan Posyandu.

 

Iya, Posyandu yang itu-itu juga, yang dari dulu isinya bubur kacang ijo, timbang bayi, dan ceramah kesehatan.

 

Berdasarkan data yang di himpun (bukan katanya ya, ini data!), tercatat dua angka anggaran untuk kegiatan yang katanya sih sama persis:

1. Rp 16.200.000 untuk Penyelenggaraan Posyandu

2. Rp 40.040.000 untuk Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader)

Hmm, jadi… apa bedanya? Yang satu Posyandu, yang satu Posyandu plus embel-embel?

Atau jangan-jangan ini cuma beda gaya penulisan buat angka yang sama? Tapi kok nilainya jauh banget, beda Rp 23.840.000 loh! Bukan receh.

Publik pun mulai gelisah. Bukan karena gagal dapet bubur tambahan, tapi karena merasa ada yang nggak beres.

 

“Kok bisa satu kegiatan, dua anggaran? Mana yang bener?”

Jangan salah, Posyandu itu kegiatan mulia. Memberi gizi tambahan untuk balita dan ibu hamil, mengedukasi para lansia, dan tentu saja jadi tempat silaturahmi antarwarga.

 

Tapi kalau anggarannya main petak umpet, ya wajar dong kalau publik jadi nyinyir. Kan bukan uang pribadi, itu duit rakyat!

 

Pengelolaan anggaran publik seharusnya jelas, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan malah bikin masyarakat main tebak-tebakan: “Anggaran hari ini, nyata atau khayalan?”

 

Kalau memang ada dua kegiatan berbeda, ya jelaskan. Jangan cuma nulis judul panjang biar kelihatan beda, padahal isinya itu-itu juga. Kalau memang ada kesalahan pencatatan, ya perbaiki.

 

Tapi kalau ini disengaja? Wah, itu sudah masuk kategori akrobat anggaran.

Sudah saatnya Pemerintah Desa Sukajadi buka suara. Jangan cuma diam dan berharap isu ini menguap kayak uap nasi. Warga butuh penjelasan, bukan basa-basi.

 

Dan tolong ya, jangan lagi menganggap masyarakat itu nggak paham. Sekarang orang kampung pun bisa baca laporan keuangan—asal datanya dibuka.

 

Karena kalau anggaran Posyandu saja sudah bikin bingung, gimana kami bisa yakin anggaran lainnya?

Uang rakyat itu bukan mainan. Sekali main sulap, bersiaplah disorot terang.

(Hr)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Berita Terbaru

Jakarta

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:49 WIB