I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

50103 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

*Bandung, 6 Mei 2026* – Di Orbital Dago, Bandung, pameran tunggal _AUM di Tengah Realitas Hybrid_ membawa penonton masuk ke ruang yang berbeda. Bukan sekadar galeri, tapi seperti ruang meditasi. Di dinding, lukisan abstrak berlapis tekstur menggantung dengan warna-warna pekat dan sapuan yang terasa meledak-ledak. Namun semakin lama diperhatikan, muncul aksara Bali, _rerajahan_, simbol sesaji, dan jejak visual ritual.

Semua itu adalah jejak perjalanan *I Ketut Adi Candra*, seniman kelahiran *Gianyar, Bali, 1973*. Ia menamatkan pendidikan seni rupa di *ISI Denpasar pada 1998*. Dari bangku kuliah, ia masuk ke dunia seni rupa kontemporer secara formal. Tapi jalan hidupnya tidak lurus.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di usia dewasa, Adi Candra mengalami masa kelam. Dalam catatan personalnya, ia menyebut hidupnya pernah “berantakan”, mudah marah, dan mengalami penderitaan batin. *Tahun 2007* menjadi titik terendah, fase frustrasi panjang yang memaksanya mencari jalan lain.

*Tahun 2016*, perubahan itu datang. Ia bertemu seorang guru spiritual yang memberinya waktu satu setengah tahun untuk “bangun” dan menata ulang hidupnya. Dari proses itu, Adi Candra mulai mendalami *meditasi, yoga, dan hipnoterapi*, sekaligus semakin tekun melukis.

*Tahun 2017*, ia resmi menjadi _jero mangku_ atau pemangku adat. Sejak saat itu, seni dan spiritualitas menyatu. Ia tidak lagi hanya melukis untuk estetika, tetapi untuk doa.

_“Melukis bukan sekadar mengoleskan cat. Ini adalah wahana pembebasan spirit, kekuatan doa, dan hasil meditasi,”_ katanya saat pembukaan pameran.

Bagi Adi Candra, melukis adalah perpaduan _Laku Dharma_ yang sakral dan _Laku Profesi_ yang profan. Prosesnya disertai doa dan niat suci. Ia menempatkan diri sebagai saluran energi kreatif Tuhan. Konsep _AUM_ menjadi inti dari seluruh tubuh karya. Dalam tradisi Hindu, _AUM_ atau _OM_ adalah suara kosmik primordial, mantra tertinggi yang melambangkan _Brahman_. Bunyi _A-U-M_ merepresentasikan _Trimurti_: _Brahma_ sebagai pencipta, _Wisnu_ sebagai pemelihara, dan _Siwa_ sebagai pelebur.

Energi spiritual itu ia tuangkan ke kanvas. Lukisan-lukisannya tidak figuratif, melainkan ledakan abstraksi yang menyimpan lapisan emosi dan getaran tertentu. Sapuan liar bertemu aksara Bali, _rerajahan_, simbol sesaji. Semua tampak samar, tapi kuat. Seperti mantra yang tidak diucapkan keras, tetapi bergaung lama di kepala.

Kurator *Bambang Barnas* menyebut posisi Adi Candra sebagai bagian dari “realitas hybrid” Bali hari ini. Di ruang itu, tradisi, modernitas, kapitalisme, dan spiritualitas bertemu dan saling bergesekan. Karya-karyanya menjadi cermin kebudayaan Bali kontemporer: spiritualitas tetap hidup, tetapi berjalan berdampingan dengan modernitas.

Pameran ini juga menghadirkan tiga komponen utama: lukisan abstrak, gambar ornamen dan simbol ritual, serta _sanggah_ atau tempat sesaji. Ketiganya membentuk ekosistem spiritual di ruang pamer. Penonton tidak hanya melihat karya, tetapi diajak masuk ke atmosfer meditatif yang diciptakan seniman.

*Heri Dim*, yang membuka pameran, menyebut gagasan pembebasan dalam seni nonfiguratif. Menurutnya, kebebasan tidak lahir dari ketiadaan batas, tetapi dari keterikatan yang dijalani dengan kesadaran penuh, seperti laku puasa. Pernyataan itu beresonansi dengan perjalanan Adi Candra. Ia menemukan kebebasan justru ketika menerima “keterikatan” spiritual sebagai _jero mangku_.

Dari ISI Denpasar, ke masa gelap 2007, hingga bangkit lewat meditasi dan yoga pada 2016, Adi Candra kini hadir sebagai seniman yang melukis seperti sedang berdoa. Setiap sapuan tampak seperti upaya menghubungkan tubuh manusia dengan sesuatu yang lebih besar dan tak terlihat.

Di balik lapisan tekstur dan abstraksi yang liar, tersimpan sesuatu yang sunyi: energi, mantra, dan doa-doa yang tidak pernah selesai diucapkan.

(Red) **

 

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG
BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial
Fraksi PDI Perjuangan Berikan Pandangan Umum terkait 3 Raperda Baru Usulan Pemerintah Kota Bandung
Profesor Sutan Nasomal Sangat Mengapresiasi Penertiban Bangunan Lahan Melanggar Peruntukan Namun Jangan Lupakan Isi Perut Nasib Korbannya Di Jawa Barat
Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis
Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung
Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sulit Ditemui Wartawan, Kebijakan Humas Kemenimipas Alokasi Anggaran Publikasi Diduga Tebang Pilih

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:22 WIB

PW GPA Jakarta: Hoaks Penangkapan Kepala BGN Menyesatkan Publik, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:26 WIB

Rumah Moderasi Bersama Polri Serukan Orang Tua Aktif Melindungi Anak Dari Bahaya Radikalisme Diruang Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:56 WIB

PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:41 WIB

Dalam Kaca Mata Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH. MH, Diduga Tipikor Rp 3.5 Triliun di Tubuh PT RIAU PETROLEUM : MEDIA ADALAH PESAN UNTUK PRESIDEN RI

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tugaskan Kementerian Tangani Transaksi Jual Beli Onlen Agar Tipu Tipu Ditangkap!!!

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:49 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ketua Divisi Driver LAI, Sandy: Kebersamaan dan Komunikasi Upaya Cegah Pelanggaran Hukum Bersama Polri

Berita Terbaru