Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

5086 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Bekasi, – Pajajaran update.com

Buruk rupa cermin dipecah, itulah pepatah yang layak dilontarkan untuk pejabat eksekutif Pemkab Bekasi. Terutama klarifikasi dari pihak Plt Bupati yang menuding lemahnya SOP aparat keamanan dalam menghadapi unjuk rasa mahasiswa di kompleks pemerintahan Kabupaten Bekasi pada Rabu lalu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan salahkan aparat terkait pengamanan aksi demo mahasiswa, ini mutlak tidak ada kepedulian pejabat Pemkab Bekasi, demikian makna dari peoatah di atas.

Tudingan. pelanggaran SOP dalam pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa Cipayung Plus di depan Kantor Bupati Bekasi mendapatkan tanggapan langsung dari pihak kepolisian. Kapolres Metro Bekasi memberikan klarifikasi mendalam yang membuka fakta lain di lapangan.

​Situasi yang sempat memanas hingga massa aksi merangsek ke area teras kantor Bupati disebut bukan semata-mata akibat kegagalan pengamanan, melainkan dampak dari kebuntuan komunikasi akibat tidak adanya satu pun pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang bersedia menemui massa aksi.

​Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H melalui pesan singkat WhatsApp memberikan klarifikasi bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur pengamanan dengan menerjunkan personel yang dipimpin oleh jajaran perwira menengah dan pertama.

Meski Kapolres tidak berada di lokasi karena sedang memimpin pengungkapan kasus kriminal menonjol (penyiraman air keras di Tambun) dan memantau titik aksi lain, kendali lapangan tetap terjaga.

​”Kami sudah mengeluarkan Surat Perintah (Sprin) untuk anggota. Di lapangan sudah ada Perwira Pengendali (Padal), Kapolsek, Kabag Ops, hingga Kasat Intel bersama personel lainnya,” ujar Kombes Pol Sumarni.

​Kapolres membantah keras adanya pembiaran terhadap tindakan anarkisme. Masuknya massa hingga ke teras kantor tetap dalam pengawasan ketat aparat untuk memastikan situasi tetap kondusif meski tensi massa meninggi.

​Pihak kepolisian menekankan bahwa kunci penyelesaian aksi unjuk rasa di lapangan adalah dialog. Kehadiran pejabat berwenang untuk menjawab tuntutan mahasiswa adalah faktor penentu cepat atau lambatnya sebuah aksi berakhir secara damai.

​Dalam aksi Cipayung Plus kemarin, Kapolres menyayangkan sikap abai dari pihak Pemkab Bekasi, hingga massa berhasil menembus barikade luar. Tidak ada satu pun pejabat Pemda yang turun untuk menemui atau sekadar menerima perwakilan mahasiswa.

​”Mohon dipahami bahwa setiap aksi unras penting untuk menunjuk perwakilan pihak yang menerima massa aksi agar bisa memberikan jawaban atas tuntutan. Kemarin, tidak ada pejabat Pemda yang menerima, tidak ada yang turun ke peserta aksi,” tambah Kapolres.

​Klarifikasi ini sekaligus menjadi teguran keras bagi manajemen internal Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menghadapi aspirasi publik. Aparat penegak hukum telah berupaya menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi kerusuhan, namun upaya tersebut tidak didukung oleh itikad baik dari subjek yang didemo (Pemda) untuk membuka ruang dialog.

Meski demikian, ​pihak kepolisian meminta maaf jika massa sempat mencapai area teras kantor, namun ditegaskan bahwa jajaran Kabag Ops, Kasat Intel, dan Satpol PP terus berjaga di titik tersebut hingga aksi usai dalam keadaan aman dan terkendali.

​Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi agar lebih responsif terhadap kehadiran rakyatnya sendiri, sehingga beban ketertiban umum tidak hanya bertumpu pada pundak aparat keamanan di lapangan.

(M2)

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Larang Keras Pungli dan Jual Beli Kursi di SPMB 2026/2027
Tingkatkan Mutu Guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Evaluasi Kinerja Kurikulum SD
JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN
70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan
Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan
“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024
Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi
LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Mundur, Sebut Visi Tak Sejalan Hingga Masalah Moral Internal

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sulit Ditemui Wartawan, Kebijakan Humas Kemenimipas Alokasi Anggaran Publikasi Diduga Tebang Pilih

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:22 WIB

PW GPA Jakarta: Hoaks Penangkapan Kepala BGN Menyesatkan Publik, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:26 WIB

Rumah Moderasi Bersama Polri Serukan Orang Tua Aktif Melindungi Anak Dari Bahaya Radikalisme Diruang Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:56 WIB

PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:41 WIB

Dalam Kaca Mata Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH. MH, Diduga Tipikor Rp 3.5 Triliun di Tubuh PT RIAU PETROLEUM : MEDIA ADALAH PESAN UNTUK PRESIDEN RI

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tugaskan Kementerian Tangani Transaksi Jual Beli Onlen Agar Tipu Tipu Ditangkap!!!

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:49 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ketua Divisi Driver LAI, Sandy: Kebersamaan dan Komunikasi Upaya Cegah Pelanggaran Hukum Bersama Polri

Berita Terbaru