Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Kota Bandung, Minggu 30 November 2025.
Muswil yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini menghasilkan sejumlah ketetapan penting, termasuk pengesahan program kerja untuk lima tahun ke depan dan evaluasi kinerja kepengurusan.
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menjelaskan, muswil hari ini telah menyelesaikan empat agenda pleno, mulai dari pembacaan ratifikasi, laporan pertanggungjawaban yang diterima, penetapan program kerja, dan pembahasan kepengurusan
“Jadi muswil ini sudah merumuskan program kerja yang tadi disepakati oleh teman-teman peserta muswil. Ini itu program kerja untuk 5 tahun yang akan datang. Yang terakhir tentang kepengurusan,” kata Syaiful Huda.
Di samping itu, Syaiful Huda juga menyoroti evaluasi kinerja PKB Jabar selama sepuluh tahun terakhir yang menunjukkan tren positif.
“Sudah kelihatan sih kenaikan suara dan kursi,” ucap Syaiful Huda.
Huda merinci kenaikan kursi dari 121 menjadi 162 di tingkat kabupaten/kota, kenaikan kursi provinsi dari 12 menjadi 15, dan kursi DPR RI dari 8 menjadi 13. Namun, ia menegaskan bahwa ukuran keberadaan partai juga diukur dari kinerja membantu masyarakat.
“Prinsipnya kami akan terus ikhtiar sebaik mungkin untuk keberadaan PKB Jawa Barat semakin dirasakan oleh masyarakat di Jawa Barat,” tegasnya.
Huda menyebut, program kerja lima tahun ke depan yang ditetapkan Muswil juga akan berfokus pada pengabdian dan pelayanan masyarakat.
“Program untuk pengabdian dan pelayanan masyarakat ini yang tadi ditetapkan sebagai program 5 tahun yang akan datang,” imbuhnya.
DPP Dorong Transformasi Anak Muda dan Penguatan Isu Lingkungan
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid mengapresiasi kinerja DPW PKB Jabar yang dinilai baik dengan tingkat kesesuaian kegiatan mencapai 96% sesuai arahan DPP. Muswil ini, juga dilakukan secara musyawarah mufakat.
“DPW PKB Jabar itu membuat sistem monitoring kinerja bukan hanya ketua DPW semuanya dan Jawa Barat kategorinya baik, 96% kegiatan di Jawa Barat sesuai dengan apa yang menjadi arahan dari DPW PKB,” katanya.
Jazilul Fawaid memberikan sejumlah catatan positif dari DPP. Pertama, melanjutkan transformasi kepengurusan di tingkat bawah, terutama DPAC, dengan melibatkan anak-anak muda. Kedua, mendorong gerakan pelayanan kepada masyarakat dan umat untuk terus dilakukan.
Catatan penting lainnya adalah dorongan dari DPP untuk memperkuat kegiatan yang berbasis pada isu lingkungan di Jabar, mulai dari Pantai Selatan hingga Pantura. Hal ini melihat kondisi Jabar yang sering dilanda bencana seperti longsor dan banjir.
“DPW PKB harus memberikan mandat nanti di dalam program-programnya juga menyentuh pada isu-isu lingkungan di Jawa Barat,” tegasnya.
Isu lingkungan yang disoroti antara lain pembalakan liar, penebangan hutan, dan penambangan. PKB akan memperkuat gerakan yang bersifat penyadaran dan aksi nyata, seperti penanaman pohon di seputar Sungai Citarum dan berbagai tempat yang mengalami masalah ekologi, serta mencegah eksploitasi alam atas nama pembangunan atau penambangan.
“Kita perkuat kembali, karena kan isu-isu lingkungan itu tidak kelihatan tapi nyata, beda dengan Foodbank yang dilakukan kan bagi-bagi makanan kalau lingkungan itu kan penyadaran. Ileh sebab itu, mungkin akan digerakkan untuk penanaman pohon misalkan di seputar sungai Citarum di berbagai tempat di Jawa Barat yang mengalami masalah ekologi dan juga mencegah adanya eksploitasi alam di Jawa Barat,” bebernya.
Jazilul Fawaid memastikan bahwa DPP akan melibatkan kader PKB di setiap tempat untuk ikut mengawal isu lingkungan, dan akan ada sistem monitoring untuk mengawasi pelaksanaan program tersebut.
“Ada sistem monitoringnya, ada monitoring,” tandasnya.

































