KADES CIBODAS BANTAH TERLANTARKAN DESI
Purwakarta jabar,
Kisah pilu Desi, seorang remaja berusia 18 tahun yang berjuang melawan kelumpuhan di tengah kemiskinan, telah menjadi sorotan publik. Pemberitaan yang menyebutkan minimnya bantuan dari pemerintah desa pun memicu beragam reaksi di masyarakat.
Terkait hal ini, Pemerintah Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta mengambil langkah untuk memberikan klarifikasi.
Menanggapi pemberitaan yang beredar, Kepala Desa (Kades) Cibodas, Darsih Susilawati, memberikan klarifikasi resmi. Melalui sambungan telepon pada Kamis, 30 Oktober 2025, Kades Darsih berupaya meluruskan informasi yang dianggap tidak akurat.
Kades Darsih dengan tegas membantah tudingan bahwa pemerintah desa mengabaikan warganya yang mengalami kelumpuhan dan hidup dalam kemiskinan. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa telah berupaya memberikan bantuan yang diperlukan kepada Desi sejak lama.
“Kami dan aparatur Desa Cibodas telah aktif membantu Desi sejak setahun terakhir dengan memfasilitasi pengobatan yang dibutuhkan,” ujar Kades Darsih, menjelaskan bentuk bantuan yang telah diberikan. Upaya ini merupakan wujud kepedulian pemerintah desa terhadap warganya yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Kades Darsih menambahkan, “Pemerintah desa, melalui aparatur Kadus, RW, hingga RT, juga telah mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan untuk Desi.” Langkah ini diambil untuk memastikan Desi mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
Selain itu, pemerintah desa juga menyediakan layanan antar jemput berobat menggunakan ambulans desa, serta memberikan bantuan-bantuan lainnya yang diperlukan.
Sebagai tambahan, Kades Darsih juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi tempat tinggal Desi dan neneknya. “Pemerintah desa saat ini tengah memproses bantuan untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang akan diberikan kepada Desi dan neneknya,” ungkapnya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup Desi dan keluarga.
Dengan adanya klarifikasi ini, Kades Darsih berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan berimbang mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah desa dalam membantu warganya yang membutuhkan. Ia juga berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Desi dan keluarganya.
Sementara Kepala Dusun II Desa Cibodas, Sapdi Effendi mengatakan bahwa sebelumnya, Desi juga sudah dibawa ke Puskesmas, kemudian dirujuk ke RS Thamrin namun pasien tidak mau dirawat karena tidak ada yang menunggu.
“Saat itu ada perkembangn kesehatan pasien. Selain itu untuk administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga juga kita bantu buatkan, untuk memudahkan berbagai keperluan,” kata Kadus.
(Hr)

































