Untung Maryono Tanggapi Pernyataan Megawati Soal PDI Perjuangan di Tahun Vivere Pericoloso

PAJAJARAN UPDATE

- Redaksi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 00:35 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Megawati Soekarnoputri pada pidatonya saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PDI Perjuangan menyebut frasa dalam Bahasa Italia, Vivere Pericoloso. Frasa tersebut artinya tahun menyerempet bahaya, seperti disampaikan oleh mantan Ketua DPRD Kota Bogor periode 2014-2019, H. Untung W. Maryono, SE.Ak. kepada awak media pada Sabtu (18/1/2025).

Menurut Untung, yang disampaikan Megawati cukup masuk akal, karena waktu belakangan merupakan tahun ujian politik bagi PDI Perjuangan. Mulai dari perjuangan keras di Pileg, disusul dikeroyok banyak parpol di Pilkada. Sekjen PDI Perjuangan dicari kesalahannya oleh KPK hingga ada potensi dugaan intervensi pihak luar ‘mengawut-awut’ PDI Perjuangan di Kongres pada April mendatang,” kata Untung.

Untung juga merupakan kader kawakan PDI Perjuangan. Ia percaya PDI Perjuangan mampu melewati beragam ujian politik di tahun Vivere Pericoloso.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai partai yang telah berusia 52 tahun, PDI Perjuangan kenyang dengan pahit getir politik adu domba, hingga politik tekanan. Sebab, Sejarah sudah mencatat hal itu, bahwa PDI Perjuangan mampu melewati rintangan terberat di masa rezim Orde Baru,” kata Untung.

Lebih lanjut Untung mengatakan, dalam perjalanan sejarah, PDI Perjuangan merupakan rumah kaum nasionalis. Partai tersebut menempa kadernya memuliakan ibu, matang dalam kesetiaan, dan pantang menyerah ditekan.

“Saya yang melewati perjalanan di PDI Perjuangan, dimulai dari ketua ranting, ketua PAC, pengurus DPC, hingga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, tak pernah terpikir meninggalkan rumah yang sudah membesarkan saya. Dan, saya juga bersyukur juga berterimakasih, karena Ibu Megawati yang juga ibu saya serta ibu para kader banteng, sudah memberi saya kesempatan di politik, hingga menjadi wakil rakyat,” kata Untung.

Berkarir politik di PDI Perjuangan, Untung jadi mengenal pentingnya memaknai memuliakan ibu. Baik itu ibunya sendiri, juga Megawati yang ia anggap orang tua sendiri. Karena hal tersebut, rasa setianya menebalkan semangatnya untuk selalu menjaga Megawati. Bagi Untung, hidup mati bersama Megawati, hingga tutup mata nanti selalu bersama PDI Perjuangan. Sebab, PDI Perjuangan jalan takdir baginya.

Meski tak menjabat pengurus atau wakil rakyat pada saat sekarang ini, Untung mengaku tak henti membesarkan PDI Perjuangan. Buktinya, ia menggalang kader lawas yang tercecer untuk berhimpun di wadah Banteng Balik Kandang (BBK).

“Beberapa rekan pengurus yang sebelumnya sudah tak lagi di partai, kini kembali lagi, dan bersama di wadah BBK. Karena, sebelumnya kita sampaikan seruan, PDI Perjuangan merupakan rumah persaudaraan yang sarat sejarah dan silaturahmi. Alhamdulillah, bersama semangat bersaudara, rekan-rekan yang pernah tinggalkan partai kini kembali. Kembali dalam satu rasa, satu persaudaraan,” kata Untung.

Untung sangat meyakini, mereka yang meninggalkan Megawati dan PDI Perjuangan akan merasakan dampaknya. Mereka akan redup karir politiknya.

“Cerita itu banyak terjadi. Saat meninggalkan Ibu Mega, karir politik selesai. Mulai tokoh nasional hingga daerah. Kenapa? Karena Ibu Mega itu tak beda seperti ibu kita. Siapapun yang mendurhakai ibu, pastinya akan celaka. Memuliakan ibu, menjaga ibu, selalu bersama ibu, itu yang terbaik. Jadi, itu alasan saya untuk selalu setia dukung Ibu Megawati,” kata Untung.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

PROF DR Sutan Nasomal : HOAX WARTAWAN Tanpa UKW BISA Dipidana. PWI Kab Bogor Wajib Mempertanggungjawabkan Ucapannya di Dunia Pers
Viral!! Muazin Cilik Asal Bogor Raih Juara Favorit MAN Mendunia II
Prof DR Sutan Nasomal Penanggungjawab Timpas 1,Mendukung Rudi Susmanto Memerangi Semua Kejahatan Di Kabupaten Bogor Hayuu Wargi Sadayana Urang!!!
Seru!! Halal Bihalal PDBN Satukan Tokoh Lintas Generasi di Ciawi, Bogor
Parkir Liar di Lahan Sengketa Gunung Putri Menjamur Lagi, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual
Kehadiran Polisi Jaga Kondusifitas Sengketa Lahan di Kota Wisata, Kuasa Hukum Beri Apresiasi
Polemik Parkir di Rumah Sengketa Bogor: Ahli Waris Khawatir Kesehatan Terganggu, Polisi Turun Tangan
Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Ketidakhadiran Tergugat

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Bekasi Dukung Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi

Senin, 22 Desember 2025 - 15:30 WIB

JPDN dan GBR Minta Kapolres Metro Bekasi Baru Segera Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:58 WIB

PWI Bekasi Raya: Kekuasaan Busuk Bupati Bekasi Tak Layak Dipertahankan

Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:21 WIB

Mengungkap Cagar Budaya Petilasan Makom Karomah Adipati Singa Perbangsa di Pasirtanjung Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru