Kabid Dakwah MUI Jabar Dorong Pemerintah Satukan Penetapan 1 Syawal 1447 H demi Persatuan Nasional

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:51 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, perbedaan metode penetapan awal bulan Syawal kembali menjadi perhatian publik. Perbedaan pandangan antara metode Hisab yang digunakan Muhammadiyah dan metode Rukyat yang dijalankan Kementerian Agama dinilai perlu dijembatani demi menjaga kekhusyukan umat.

Kabid Dakwah MUI Provinsi Jawa Barat Kh Nonof Hanafi menegaskan bahwa secara esensial tidak ada pertentangan antara metode Hisab dan Rukyat, karena keduanya memiliki landasan religius yang kuat:

Metode Hisab: Berlandaskan Al-Qur’an Surah Yunus ayat 5, metode ini menawarkan kepastian karena posisi bulan dapat diprediksi secara astronomis hingga puluhan tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan perhitungan ini, posisi bulan pada Kamis mendatang diprediksi berada di angka 2,52 derajat, yang berarti sudah memasuki fase Imkanur Rukyah (mungkin terlihat).

Metode Rukyat: Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, metode ini mengandalkan pengamatan visual hilal. Sesuai kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), kriteria tinggi hilal minimal adalah 3 derajat.

Adanya selisih antara hasil hitung (2,52 derajat) dengan kriteria MABIMS (3 derajat) memunculkan potensi perbedaan hari raya Idul Fitri antara hari Jumat atau Sabtu.

Menyikapi hal ini, MUI Jawa Barat mendorong Kementerian Agama untuk melakukan musyawarah yang inklusif bersama berbagai ormas Islam.

“Kami berharap pemerintah tidak menunjukkan tendensi keberpihakan pada organisasi tertentu, melainkan melakukan kesepakatan mufakat agar terjadi persatuan nasional,” ujar Kabid Dakwah MUI Jabar dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar dalam kondisi cuaca mendung yang menyulitkan pengamatan fisik (rukyat), metode rukyat sebaiknya dibimbing atau didukung oleh akurasi metode hisab demi kemaslahatan masyarakat luas.**pungkasnya

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru