Ketua Bidang Dakwah MUI Jabar Tegaskan Video Silaturahmi Sirnarasa di TikTok Adalah Hoaks

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 19:08 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Menanggapi simpang siur video silaturahmi ke Pesantren Sirnarasa yang viral di platform TikTok, Ketua Bidang Dakwah MUI Jawa Barat, KH. Nonop Hanafi, memberikan klarifikasi mendalam.

Ia menegaskan bahwa video yang diunggah oleh akun “Debu Jalanan Al-Bohary” tersebut adalah dokumentasi lama yang disebarkan kembali dengan narasi yang tidak sesuai.

KH. Nonop menjelaskan bahwa kegiatan dalam video tersebut sebenarnya merupakan kunjungan silaturahmi dan konfirmasi yang dilakukan oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten Ciamis, bukan MUI Provinsi Jawa Barat. “Silaturahmi konfirmasi yang dilakukan oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten Ciamis itu terjadi pada tahun 2024. Saat itu hadir KH. Drs. Saeful Uyun (Ketua), KH. Dr. Fadil Yani Ainus Syamsi (Sekretaris), dan KH. Muhammad Syarif Hidayat (Bendahara),” ujar KH. Nonop Hanafi dalam keterangan resminya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, KH. Nonop memaparkan konteks di balik kunjungan tahun 2024 tersebut. Menurutnya, kunjungan itu dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat terkait potongan-potongan video Abah Aos yang memicu konflik opini pada saat itu. MUI Kabupaten Ciamis hadir untuk menjalankan fungsi tabayun secara langsung.

Namun, KH. Nonop menyayangkan pihak-pihak yang mengunggah kembali video tersebut di masa sekarang dengan judul yang berbeda, seolah-olah merupakan agenda resmi kolektif MUI Jawa Barat di bawah kepemimpinan yang baru.

“Hari-hari ini di-upload kembali dengan judul yang berbeda. Saya tegaskan, belum ada silaturahmi secara kolektif dari MUI Provinsi Jawa Barat ke Sirnarasa,” tegasnya. Pihak MUI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan bijak dalam menyaring konten media sosial.

Penyesatan informasi melalui penggantian judul video (re-titling) dianggap sebagai tindakan yang dapat membanjiri lini masa dengan hoaks. “Semoga kita bijak dalam memberikan judul tentang sebuah video yang disebarkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang menyebarkan hoaks kebohongan,” pungkas KH. Nonop.

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru