SUBANG – Menyambut arus mudik lebaran 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang resmi meluncurkan program “Masjid Ramah Pemudik”. Inovasi ini bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang singgah yang nyaman dan inklusif bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura.
Acara peresmian dan apel siaga ini digelar pada Ahad, 14 Maret 2026, bertempat di Masjid Nurul Muqorrobin, Patokbeusi, Subang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., didampingi jajaran pejabat Kemenag pusat dan daerah.
Masjid Sebagai Titik Pelayanan Strategis
Dalam arahannya, Prof. Abu Rokhmad menekankan pentingnya peran masjid dalam aspek sosial.
“Masjid selain sebagai tempat ibadah dan pendidikan, juga harus berhasil menjadi tempat singgah yang ramah bagi para pemudik yang lelah dalam perjalanan,” ujarnya.
Dalam program ini, terdapat dua masjid utama yang ditunjuk sebagai titik pelayanan resmi karena lokasinya yang strategis di jalur nasional:
Masjid Nurul Muqorrobin, Patokbeusi.
Masjid Babussalam Al Amin, Sukasari.
Kedua masjid ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area istirahat (termasuk ruang khusus perempuan), posko mudik, serta layanan informasi bagi pengendara.
Siagakan 30 Masjid di Berbagai Kecamatan
Selain dua titik utama tersebut, Kemenag Subang juga mensiagakan 30 masjid lainnya yang tersebar di berbagai kecamatan di seluruh Kabupaten Subang.
Hal ini memastikan para pemudik memiliki banyak pilihan tempat beristirahat yang layak dan aman selama menempuh perjalanan jauh.

Turut hadir dalam acara tersebut, para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Subang sebagai bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang pulang ke kampung halaman.
Dengan adanya program ini, diharapkan perjalanan mudik tahun 2026 menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat.

































