*Petani Bojongpicung Cianjur Tuntut Keterbukaan Biaya Sewa Lahan 240 Hektar*

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 13:56 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Jawa Barat – Sejumlah petani padi di Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jawa Barat, merasa dirugikan oleh pihak Pertanian BBPP Bojongpicung. Pasalnya, pihak Pertanian BBPP Bojongpicung tidak transparan atas pemotongan target

Lahan sawah milik Pemerintah Provinsi seluas 240 hektar yang dikelola oleh BBPP Kecamatan Bojongpicung⁸

dan digarap oleh para petani penggarap padi, menjadi sumber ketidakpuasan masyarakat. Mereka merasa keberatan dengan harga sewa lahan yang harus dibayar sebanyak 2,4 kuintal padi.

Menurut Ade, salah satu penggarap lahan, “Kedatangan perwakilan petani di kantor BBPP ini hanya untuk mempertanyakan tentang keterbukaan biaya sewa lahan sama petani. Kami hanya menerima laporan secara global, sedangkan rincianya tidak ada. Kami butuh keterbukaan, jangan ada yang ditutup-tutupi.”

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ade juga menambahkan bahwa yang menjadi masalah bukan harga sewa, melainkan rincian biaya sewa yang harus dibayar oleh petani. “Biasanya 2,1 ton, sekarang jadi naik harga menjadi 2,4 ton. Untuk penambahan 0,3 ton tersebut, untuk apa saja rincianya? Sehingga para petani tidak mengerti, karena tidak ada rincianya.”

Warga desa bojongpicung kumpul bahas Lahan tanah milik pemerintah

Ade meminta agar ada musyawarah dengan para penggarap untuk menjelaskan rincian biaya sewa, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan kecurangan.

Sabtu, 19 April 2025

(Usman)**

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru