KOMANDO Desak KPK Periksa Husmaludin Selaku Wabup Kolaka Diduga Rangkap Jabatan Pada Perusahaan Tambang.

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:17 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 2 Desember 2025 — Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (KOMANDO) yang dikordinatori oleh Ismail mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa Wakil Bupati Kolaka, Husmaluddin, atas dugaan kuat rangkap jabatan sebagai Komisaris di PT Mulia Makmur Perkasa (PT MMP), sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di Sulawesi Tenggara.

KOMANDO menilai posisi Husmaluddin sebagai pejabat publik sekaligus komisaris perusahaan merupakan bentuk serius dari konflik kepentingan, serta berpotensi melanggar sejumlah aturan Perundangan-undangan yaitu

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasal 76 huruf b dan e UU 23/2014, UU 22/1999, serta Pasal 5 UU 28/1999, tentang larangan pemerintah daerah merangkap jabatan dalam perusahaan.

“Kami menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh wakil bupati kolaka karena jelas melanggar aturan perundangan-undangan dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan”, tegas Ismail.

Kordinator KOMANDO, Ismail, juga menegaskan bahwa keterlibatan Husmaluddin di PT MMP bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi sebuah dugaan pelanggaran hukum yang bisa membuka ruang KKN yang harus segera diusut oleh lembaga antikorupsi.

“Seorang wakil bupati yang duduk sebagai komisaris perusahaan tambang adalah bentuk nyata konflik kepentingan. Ini mengancam integritas penyelenggaraan pemerintahan dan membuka celah KKN. KPK harus segera memeriksa Husmaluddin dan mengungkap dugaan penyalahgunaan kewenangan ini,” tegas Ismail.

KOMANDO menilai bahwa dugaan rangkap jabatan tersebut dapat mempengaruhi kebijakan daerah, terutama dalam sektor perizinan dan pengawasan pertambangan di Kolaka. Maka dari itu, KPK diminta bertindak cepat dan profesional untuk mencegah kerusakan tata kelola pemerintahan daerah.

“kami juga menilai bahwa dugaan rangkap jabatan ini bukan persoalan sepele, karena keberadaan pejabat daerah di dalam perusahaan tambang dapat mempengaruhi kebijakan perizinan dan pengawasan pertambangan di Kolaka.”, ungkapnya.

Sebagai elemen pemuda dan mahasiswa, KOMANDO menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini sampai digaan kasus tersebut selesai

“Kami akan terus mengawal kasus ini sebagai bentuk tanggungjawab kami sebagai leader off control sampai KPK turun memanggil dan memeriksa Wakil Bupati Kolaka”,tutup Ismail.

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Selasa, 14 April 2026 - 21:26 WIB

Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Kamis, 2 April 2026 - 13:01 WIB

LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Mundur, Sebut Visi Tak Sejalan Hingga Masalah Moral Internal

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08 WIB

Gelar Dialog Kebangsaan di Cibarusah, Kang Fuad: Majelis ASTA CITA Adalah Jembatan Ulama dan Pemerintah

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Jalur Tikus PMI di Imigrasi Bekasi Terbongkar? 

Berita Terbaru