Aroma Limbah di Tepi Irigasi: Warga Bengle Minta Pemerintah Bertindak

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:28 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG — Tumpukan limbah industri yang diduga termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan menggunung di area tanggul irigasi Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Keberadaan limbah tersebut menimbulkan kekhawatiran warga akan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aliran air di wilayah setempat.

Dari hasil pantauan di lapangan, limbah yang ditemukan berupa kemasan plastik bekas produk rumah tangga, seperti botol dan sachet bekas sabun, deterjen, dan sampo. Warga menduga limbah tersebut berasal dari aktivitas industri yang terkait dengan PT Vamindo Jaya, yang disebut menerima limbah kemasan dari PT MIM Multi Indomandiri, salah satu perusahaan di bawah naungan Wings Group

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penumpukan limbah dilakukan tanpa melalui prosedur pengelolaan yang sesuai dengan standar lingkungan. Limbah ditimbun di lahan milik negara (POJ) tanpa izin resmi, yang berpotensi melanggar ketentuan pengelolaan limbah industri sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah.

“Penumpukan seperti ini jelas tidak benar. Apalagi kalau masih ada sisa bahan kimia aktif seperti sabun atau deterjen, itu bisa mencemari tanah dan air. Kami minta Kementerian Lingkungan Hidup melalui Gakkum segera turun tangan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (15/10/2025).

Warga juga melaporkan bahwa setiap kali hujan deras, jalan di sekitar lokasi menjadi licin akibat munculnya busa sabun yang diduga berasal dari limbah tersebut. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kalau hujan besar, jalanan penuh busa seperti sabun cuci. Licin sekali, motor bisa tergelincir. Kami khawatir ada yang celaka,” kata warga Bengle lainnya.

Sementara itu, seorang pekerja di lokasi mengaku aktivitas di area tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia menyebutkan bahwa limbah biasanya disortir terlebih dahulu sebelum diangkut ke tempat pembuangan.

“Sekarang sudah berkurang, tapi dulu tumpukannya tinggi. Plastik-plastik itu disortir dulu, kadang pekerja ambil sisa sabun buat dipakai nyuci,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Penataan Peraturan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, Willyanto, saat dikonfirmasi, menyatakan sedang menjalankan tugas luar daerah. Melalui pesan singkat, ia menyarankan agar pihak terkait membuat laporan resmi dalam bentuk surat pengaduan pencemaran.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah B3 dikategorikan sebagai limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang dapat mencemari lingkungan hidup dan membahayakan kesehatan manusia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan penumpukan limbah tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan dan tindakan hukum agar kasus serupa tidak terulang dan lingkungan tetap terjaga.(Tim)

 

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Berita Terbaru

Jakarta

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:49 WIB