Khawatir Penutupan, Petani Sinumra Minta Pemerintah Campur Tangan
Rancabali — Kab. Bandung–Petani di Perkebunan Sinumra, Rancabali, Kabupaten Bandung, khawatirkan penutupan aktifitas berkebun akibat wacana penutupan oleh Kodim. Wacana ini muncul setelah terjadi perusakan kebun teh di Kebun Kertamanah Pangalengan. Jumat (9/1/26).

Deni Rohman, dari koperasi kebun Sinumra, menyatakan bahwa masyarakat khawatir akan kehilangan mata pencaharian jika penutupan benar-benar terjadi. “Sejujurnya masyarakat khawatir akan kehilangan mata pencaharian untuk kehidupan mereka sehari hari jika benar benar terjadi penutupan aktifitas bertani di Sinumra,” ujarnya.
Perkebunan Sinumra memiliki luas 2400 hektar, dengan 40% masih berupa tegakan hutan dan sisanya berupa kebun teh dan lahan yang digarap oleh petani. Sebanyak 1200 petani menggantungkan hidup dari bertani sayur di lahan-lahan kosong.
Deni Rohman berharap agar isu penutupan tersebut tidak benar dan meminta pemerintah untuk memfasilitasi jika ada hal-hal yang berdampak negatif. “Pemerintah bisa menjadi jembatan dengan Direksi di Bandung, agar aktifitas petani berjalan lancar,” tambahnya.
Lingkungan perkebunan Sinumra masih terawat dengan baik, berbeda dengan lingkungan perkebunan Pangalengan yang sudah hancur oleh alih fungsi lahan. Petani di Sinumra berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan keputusan yang tepat untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka.
(Red) **






























