Aroma Limbah di Tepi Irigasi: Warga Bengle Minta Pemerintah Bertindak

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:28 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG — Tumpukan limbah industri yang diduga termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan menggunung di area tanggul irigasi Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Keberadaan limbah tersebut menimbulkan kekhawatiran warga akan dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aliran air di wilayah setempat.

Dari hasil pantauan di lapangan, limbah yang ditemukan berupa kemasan plastik bekas produk rumah tangga, seperti botol dan sachet bekas sabun, deterjen, dan sampo. Warga menduga limbah tersebut berasal dari aktivitas industri yang terkait dengan PT Vamindo Jaya, yang disebut menerima limbah kemasan dari PT MIM Multi Indomandiri, salah satu perusahaan di bawah naungan Wings Group

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penumpukan limbah dilakukan tanpa melalui prosedur pengelolaan yang sesuai dengan standar lingkungan. Limbah ditimbun di lahan milik negara (POJ) tanpa izin resmi, yang berpotensi melanggar ketentuan pengelolaan limbah industri sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah.

“Penumpukan seperti ini jelas tidak benar. Apalagi kalau masih ada sisa bahan kimia aktif seperti sabun atau deterjen, itu bisa mencemari tanah dan air. Kami minta Kementerian Lingkungan Hidup melalui Gakkum segera turun tangan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (15/10/2025).

Warga juga melaporkan bahwa setiap kali hujan deras, jalan di sekitar lokasi menjadi licin akibat munculnya busa sabun yang diduga berasal dari limbah tersebut. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kalau hujan besar, jalanan penuh busa seperti sabun cuci. Licin sekali, motor bisa tergelincir. Kami khawatir ada yang celaka,” kata warga Bengle lainnya.

Sementara itu, seorang pekerja di lokasi mengaku aktivitas di area tersebut telah berlangsung cukup lama. Ia menyebutkan bahwa limbah biasanya disortir terlebih dahulu sebelum diangkut ke tempat pembuangan.

“Sekarang sudah berkurang, tapi dulu tumpukannya tinggi. Plastik-plastik itu disortir dulu, kadang pekerja ambil sisa sabun buat dipakai nyuci,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Penataan Peraturan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, Willyanto, saat dikonfirmasi, menyatakan sedang menjalankan tugas luar daerah. Melalui pesan singkat, ia menyarankan agar pihak terkait membuat laporan resmi dalam bentuk surat pengaduan pencemaran.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah B3 dikategorikan sebagai limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang dapat mencemari lingkungan hidup dan membahayakan kesehatan manusia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan penumpukan limbah tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan dan tindakan hukum agar kasus serupa tidak terulang dan lingkungan tetap terjaga.(Tim)

 

Berita Terkait

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif
Safari Suci Haji dan Umroh Gelar Manasik Haji 2026/1447 H di Bandung
Rayakan HUT ke-18, DPD PERKINDO Jawa Barat Perkuat Sinergi Pembangunan Infrastruktur

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Kamis, 16 April 2026 - 16:19 WIB

IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung

Kamis, 16 April 2026 - 14:52 WIB

Adu Otak Anak SMK: Maxim x Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat di Bandung

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WIB

Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WIB

Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terbaru

BEKASI

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:50 WIB

BEKASI

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:19 WIB