Cianjur – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-3, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO-I) Kota Bekasi menggelar pelatihan jurnalistik bertajuk “Antara Pena dan Hukum”. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Lestari, Sindang Jaya, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (23/8/2025).
Ketua Panitia, Frengki Soplanit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun kali ini sengaja dikemas dalam bentuk pembekalan ilmu. “Semoga kegiatan ini menambah wawasan kewartawanan bagi para peserta yang memang sehari-hari bergelut dengan pena dan informasi,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Dinas Infokomstandi Kota Bekasi yang diwakili oleh Fitri Yanti Ningsih. Ia menegaskan bahwa di era digital yang serba cepat, wartawan bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga pilar demokrasi. “Seorang wartawan harus mampu memverifikasi data, menyajikan informasi berimbang, dan tetap berpegang pada kode etik,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD IWO-I Kota Bekasi, Nio Helen, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber yang hadir. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada DPD IWO-I Kabupaten Serang yang rela menempuh perjalanan jauh demi ikut memeriahkan acara. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi DPD IWO-I lainnya, baik di daerah maupun pusat,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat maupun luar Pulau Jawa.
Para narasumber yang hadir antara lain Ketum IWO-I NR. Icang Rahardian, SH, MH, yang membawakan materi tentang Tantangan, Peluang, dan Etika di Dunia Digital, serta Presenter Metro TV Reydha Mayo. Sesi kedua menghadirkan Ketua Komite Advokat Indonesia (KAI) Kota Bekasi, Agustian Effendi, SH, yang memaparkan Perlindungan Hukum dan Risiko Jurnalis.
Selain itu, Kabid Diskominfokostandi Kota Bekasi, Fitri Yanti Ningsih, dan Kasi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, SH, juga mengisi materi seputar aspek hukum dalam dunia pers.
Suasana acara berlangsung serius namun cair, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menjembatani keakraban antara peserta dan narasumber. Hadir langsung dalam kegiatan ini perwakilan dari DPD IWO-I Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Kabupaten Serang, serta sejumlah wartawan independen dan mahasiswa.
Gelaran pelatihan ini menjadi bukti bahwa pena dan hukum bukanlah dua kutub yang bertolak belakang, melainkan dua sisi yang harus seiring sejalan untuk menjaga marwah pers dan demokrasi di Indonesia.(Rst)

































