Paguyuban Angkutan Wisata Cipanas Dukung Pengaktifan Terminal, Namun Ingatkan Potensi Masalah Baru

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:59 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

CIPANAS – Aula Kantor Kecamatan Cipanas, Rabu (19/8/2025) pagi, menjadi ruang hangat perbincangan dalam rapat koordinasi darurat yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur. Persoalan klasik kemacetan di jalur Pasar Cipanas kembali menjadi sorotan utama.

Aria Nugraha, Ketua Umum Persatuan Paguyuban Angkutan Wisata Cipanas (PPAWC), hadir dan menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Cianjur yang kembali mengaktifkan terminal sebagai upaya mengurai kemacetan. Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan ini dikaji lebih cermat agar tidak menimbulkan masalah baru.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang kemacetan di Cipanas selama ini kerap dipicu oleh angkutan umum yang berhenti di depan pasar. Kami senang dan setuju jika terminal diaktifkan kembali. Tapi jika hanya memindahkan kemacetan dari depan ke belakang, itu sama saja menimbulkan masalah baru. Semua armada bisa menumpuk di Jalan Kampung Tugaran hingga simpang tiga Hotel Indo Alam. Itu tetap bisa menimbulkan kemacetan,” ujar Aria kepada media.

Ia juga menyoroti rencana rekayasa jalur yang akan mengarahkan sebagian angkot ke dalam terminal dan sebagian lainnya masuk ke basement Pasar UPTD. Menurutnya, potensi penumpukan tetap ada.
“Kita lihat dulu hasil uji coba. Kalau ternyata rekayasa jalur menimbulkan masalah di lapangan, kami harap ada forum komunikasi lanjutan agar kendala bisa segera ditindaklanjuti,” paparnya.

Aria mengungkapkan, sejauh ini belum ada kendala berarti dari pihak paguyuban. Namun ia mengingatkan soal dampak masuknya angkot dari jalur Mariwati dan Loji ke basement pasar, yang jumlahnya mencapai 310 unit.
“Kalau semuanya masuk, bisa dibayangkan ekor angkot akan menumpuk di basement dan keluar lagi, ini justru berpotensi menambah masalah. Itu hanya kajian saya, mungkin Dishub punya data dan pertimbangan berbeda. Kita lihat saja realitanya nanti,” imbuhnya.

Meski penuh catatan, Aria menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.
“Apapun yang diputuskan Dishub tentu sudah menjadi solusi terbaik versi mereka. Namun jika ternyata tidak efektif, kami siap memberikan masukan dan evaluasi. Harapan kami jelas: kemacetan di Pasar Cipanas benar-benar bisa terurai, bukan hanya berpindah tempat,” pungkasnya.(Rst)

Berita Terkait

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:46 WIB

Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:07 WIB

Sentuhan Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Ringankan Duka Korban Kebakaran

Selasa, 21 April 2026 - 14:46 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan

Jumat, 10 April 2026 - 00:41 WIB

Kasus Rabusin Jadi Perhatian, Pengawasan DPR dan Komisi Yudisial Dinilai Perlu Diperkuat

Kamis, 9 April 2026 - 22:29 WIB

Fakta Sidang Terungkap, Rabusin Sebut Barang Bukti Tidak Relevan dan Sarat Kejanggalan

Senin, 6 April 2026 - 00:45 WIB

Kejanggalan Surat Keterangan Jadi Perhatian, Komisi III DPR RI Diminta Turun Tangan Awasi Perkara

Minggu, 5 April 2026 - 23:59 WIB

Dari Tanah Pusaka ke Meja Hijau: Rabusin Tuding Ada Upaya Sistematis Menguasai Lahan Lewat Surat Kontroversial

Minggu, 5 April 2026 - 23:26 WIB

Hakim dan Jaksa Diminta Tidak Tutup Mata, Bukti Lemah Jangan Dijadikan Dasar Vonis

Berita Terbaru