BANDUNG – Menyambut tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Amal Bakti Kemenag yang jatuh pada 3 Januari bertempat di kantor kemenag provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat H Erwan menekankan pentingnya memaknai tema “Umat Rukun, Indonesia Damai, Indonesia Maju” sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Upaya ini didasari oleh konsep Hablum Minannas (hubungan antarmanusia) yang harus terus dijaga demi terciptanya kondusivitas di wilayah Jawa Barat.
Salah satu fokus utama pemerintah ke depan adalah menurunkan angka intoleransi di Jawa Barat yang dinilai masih cukup tinggi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama bagi seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya bagi Kementerian Agama.
“Kita harus lebih rukun dan lebih guyub dalam membangun bangsa ini. Bangsa ini dibangun bukan oleh satu golongan atau satu kelompok saja, melainkan secara bersama-sama,” ujarnya
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H Dudu Rohman memaparkan delapan program prioritas yang disebut “Asta Protas”. Dua poin utama yang disoroti adalah:
Kerukunan Umat Beragama: Membangun komunikasi intensif dengan tokoh agama, masyarakat, dan seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
Ekoteologi: Mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian alam.
Gerakan Penanaman Sejuta Pohon
Sebagai bentuk nyata dari implementasi ekoteologi, pemerintah meluncurkan inisiatif lingkungan yang unik.
Program ini mewajibkan setiap pasangan yang akan menikah untuk melakukan penanaman pohon.
Selain itu, dilakukan pula kerja sama dengan para pengusaha tambang untuk melakukan reboisasi di lahan-lahan hutan yang telah rusak akibat aktivitas pertambangan melalui gerakan “Penanaman Sejuta Pohon”.
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat Jawa Barat tidak hanya sejahtera secara sosial melalui kedamaian antarumat, tetapi juga hidup di lingkungan yang terjaga kelestariannya.ungkapnya***






























