Harmoni dalam Doa: Ribuan Umat Beragama di Bandung Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Kota
BANDUNG –Pajajaranupdate.com– Mengawali rangkaian acara bertajuk “Membangun Harmoni Kota Bandung yang Utama,” ribuan umat beragama dan penghayat kepercayaan di Kota Bandung berkumpul dalam rangkaian doa bersama yang berlangsung khidmat. Acara ini menjadi simbol solidaritas dan harapan bagi keberlangsungan serta keselamatan Kota Kembang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi. Pada Selasa, (30/12/25).
Meski mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung,
KH. Wahyul Afif Al Ghafiqi/Kyai Mako (Panitia Penyelenggara & Wakil Ketua FKUB) menegaskan bahwa acara ini merupakan inisiatif mandiri dari berbagai elemen umat beragama.
Hal ini disampaikan oleh kyai mako yang menyebutkan bahwa kegiatan ini murni digerakkan oleh rasa cinta masyarakat terhadap kotanya.
“Ini sebenarnya acara mandiri, bukan dari Pemkot. Ini inisiatif dari umat-umat beragama untuk mendoakan Kota Bandung yang dicintai,” ujarnya dalam sesi wawancara.
Pelaksanaan acara ini dikoordinasikan melalui panitia dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, yang berhasil menyatukan berbagai latar belakang keyakinan dalam satu tujuan mulia.
Sejak dimulai pada tanggal 21, total peserta yang terlibat diperkirakan mencapai hampir 2.000 orang. Keberagaman sangat terasa dengan hadirnya perwakilan dari:
Islam: Menghadirkan para hafiz (penghafal Al-Qur’an), kyai, santri, serta organisasi seperti Muhammadiyah dan LDII.
Kristen & Katolik: Partisipasi penuh dari jemaat Protestan dan Katolik.
Hindu, Buddha, & Konghucu: Kehadiran massa yang signifikan, termasuk keluarga besar umat Hindu Kota Bandung.
Penghayat Kepercayaan: Turut serta memberikan doa sesuai keyakinan masing-masing.
Wali Kota Bandung pun menyempatkan hadir di tengah kesibukannya sebagai bentuk dukungan moral terhadap gerakan harmoni ini.
Doa bersama ini dipicu oleh kesadaran akan beratnya tantangan yang sedang menimpa Bandung, mulai dari potensi bencana alam hingga ujian mental terkait persoalan hukum yang menjerat sejumlah pejabat daerah.
“Harapannya, kita berdoa agar Bandung selamat karena ujiannya sedang berat. Selain bencana alam, kita juga menghadapi ujian mental terkait urusan yang sedang dialami para pejabat kita. Semoga kota ini dijauhkan dari hal-hal buruk,” tambahnya.
“Menariknya, seluruh pembiayaan acara ini tidak menggunakan dana APBD pemerintah, melainkan didukung oleh Baznas Kota Bandung serta bantuan dari sejumlah pengusaha lokal secara sukarela. Hal ini mempertegas komitmen masyarakat untuk membangun Bandung secara kolektif dan mandiri.ujarnya**






























