Menjahit Sejarah Dua Bangsa lewat Tekstil dalam “Waves Across the Oceans”

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 19:49 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hubungan panjang Indonesia dan India yang terjalin lewat jalur perdagangan maritim kembali disorot dalam diskusi buku Heritage Threads: A Tapestry of Indian and Indonesian Textiles bertajuk “Waves Across the Oceans”, yang digelar oleh JNICC bersama TORAJAMELO di Auditorium Wayang, Kedutaan Besar India Jakarta, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Acara ini menjadi peluncuran ketiga buku tersebut setelah New Delhi dan Bali, sekaligus menandai Jakarta sebagai ruang penting perayaan dialog budaya lintas samudra.

Buku ini memotret tekstil sebagai medium yang melampaui fungsi estetika. Kain-kain India dan Indonesia dibaca sebagai arsip hidup yang merekam sejarah perjumpaan, pertukaran, dan adaptasi budaya selama berabad-abad. Sejak masa angin muson, kain dari India telah berlayar ke kepulauan Nusantara, lalu diolah kembali oleh komunitas lokal menjadi bagian dari ritual adat, simbol status, hingga identitas kultural.

Keindahan yang Melampaui Batas Negara

Desainer mode Auguste Soesastro, yang hadir sebagai guest of honor, membuka refleksi personal tentang keterhubungan dua budaya tersebut. “Saya selalu terpesona melihat bagaimana batik Indonesia bisa berdampingan dengan tekstil dari Coromandel Coast. Itu membuka mata saya bahwa kita sebenarnya sangat terhubung dan bahwa keindahan tidak mengenal batas negara,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa negara-bangsa hanyalah konstruksi modern, sementara seni dan budaya telah lama menyatukan manusia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Benang yang Mengikat India dan Indonesia

Diskusi dipandu oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menegaskan bahwa tekstil adalah medium persatuan. “Di luar konstruksi negara-bangsa, ada begitu banyak budaya yang menyatukan kita. Benang, kain, dan busana justru menjadi sesuatu yang mengikat kita bersama,” kata Chakravorty. Menurutnya, buku ini berhasil menyampaikan pesan bahwa hubungan India dan Indonesia telah terjalin jauh sebelum kolonialisme membentuk batas-batas politik.

Sebagai penulis buku, Bhimanto Suwastoyo menjelaskan bahwa Heritage Threads tidak dimaksudkan sebagai kajian akademik yang berat. “Kami tidak mencoba membuat buku yang terlalu ilmiah. Ini adalah pengantar, sebuah ajakan untuk memahami mengapa Indonesia dan India begitu terhubung melalui tekstil,” ujarnya. Ia menyebut buku ini sebagai pemantik rasa ingin tahu agar pembaca terdorong menggali lebih dalam kekayaan tekstil tradisional kedua negara.

Dari sisi editorial, Dini Yusuf, pendiri TORAJAMELO, membagikan kisah di balik layar penyusunan buku yang penuh tantangan. “Banyak tekstil India yang masih digunakan dalam upacara adat di Toraja. Kain-kain itu bukan sekadar koleksi, tapi pusaka keluarga yang sangat dijaga,” tuturnya. Ia menekankan bahwa kain dagang dari India tidak berhenti sebagai artefak masa lalu, melainkan terus hidup dan bermakna dalam konteks budaya Indonesia hingga hari ini.

Pandangan kuratorial turut disampaikan oleh Ratna Panggabean, peneliti dan pakar tekstil Indonesia. Menurutnya, kemiripan teknik bukan berarti keseragaman. “Tekniknya bisa sama, tapi lingkungan, budaya, dan cara masyarakat memaknai kain membuat hasilnya selalu berbeda. Setiap kain punya karakter sendiri,” ujarnya.

Merawat Warisan, Membaca Masa Depan

Sementara itu, Aparna Saxena, CEO TORAJAMELO sekaligus co-editor buku, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara di era pascakolonial. “Saya orang India yang jatuh cinta pada Indonesia, dan Dini adalah orang Indonesia yang sangat mencintai India. Menghubungkan dua negara ini lewat tekstil adalah mimpi bersama kami,” ungkap Aparna. Ia juga menekankan urgensi menghidupkan kembali teknik pewarnaan alami dan produksi tekstil ramah lingkungan sebagai warisan bersama.

Melalui Heritage Threads, buku ini tidak hanya mendokumentasikan kain-kain bersejarah, tetapi juga mengangkat kisah manusia di baliknya. Waves Across the Oceans pun menjadi lebih dari sekadar diskusi buku. Ia menjelma ruang refleksi tentang bagaimana tekstil dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, sekaligus pengingat bahwa jauh sebelum batas negara ditetapkan, benang-benang budaya telah lebih dulu menyatukan India dan Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

KAI Logistik Catat Angkutan Lebih dari 2.000 Ton pada Periode Natal, Siap Antisipasi Lonjakan Arus Balik
KA Rajabasa dan KA Kualastabas Tulang Punggung Angkutan Penumpang KAI Divre IV Tanjung Karang
Libur Akhir Tahun Lebih Hemat, KAI Daop 7 Madiun Beri Diskon 25% Kelas Eksekutif hingga Rp390 Ribuan
BRI Region 6/Jakarta 1 Resmikan KCP Green Lake Sunter, Relokasi dari KCP Danau Sunter Utara
Krakatau Steel Teguhkan Arah Transformasi Menyongsong Tahun 2026
Optik Melawai Gelar Pemeriksaan Mata Gratis untuk Pekerja BRI Region 6/Jakarta 1
Cross Hotels & Resorts dan PT The Cube Group Perkuat Portofolio Bali melalui Penandatanganan Cross Bali Uluwatu di Kawasan Ikonik Pantai Suluban
KAI Hadirkan Livery Tematik dan Ornamen Stasiun, Meriahkan Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:50 WIB

Akses Jalan Rikit Gaib–Pantan Cuaca Masih Terputus, Polisi Lakukan Pengamanan dan Pantau Perkembangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:45 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Polda Riau Panen Raya Jagung Serentak di Kampar

Senin, 29 Desember 2025 - 18:42 WIB

Kapolda Riau dan Danrem 031/Wira Bima Dorong Penyelesaian TNTN Berbasis Kolaborasi dan Pendekatan Humanis

Senin, 29 Desember 2025 - 14:46 WIB

Kapolda Riau Sampaikan Langsung Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Riau Catat Penurunan Kejahatan dan Penguatan Green Policing

Senin, 29 Desember 2025 - 14:06 WIB

SKPK Mengeluh Honor Perjalanan Dinas dan ATK Ditahan Keuangan Gayo Lues

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:57 WIB

PW GPA Sultra Refleksi Akhir Tahun Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Arah Pembangunan Bangsa dan Penegalan hukum di Indonesia

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:48 WIB

Banops TIK Polda Riau Pastikan Kesiapan Teknologi Dukung Operasi Lilin LK-2025

Senin, 22 Desember 2025 - 13:54 WIB

Oknum Ketua RT di Desa Tondonggito Diduga Lakukan Pengancaman Terhadap Warga

Berita Terbaru