Dugaan Pungutan di MTs Nurul Islam Ciodeng, Abaikan Larangan Pemprov Jabar

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 11:59 WIB

5045 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur – Ibarat angin peringatan yang sudah bertiup kencang dari Gedung Sate, larangan pungutan dan perpisahan berbiaya tinggi ternyata masih belum sepenuhnya mendarat di MTs Nurul Islam Ciodeng.

Pada Tahun Ajaran 2025–2026, sekolah ini diduga tetap meminta iuran untuk ujian dan acara perpisahan atou Wisuda, setelah dihimpun dari rapat orang tua siswa pada 20 November 2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menabuh genderang instruksi sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan dilarang memungut biaya apa pun dari siswa maupun orang tua untuk perpisahan yang dapat menjadi beban ekonomi. Imbauan itu bagaikan lampu merah yang seharusnya membuat semua sekolah menginjak rem.

Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya menyampaikan bahwa rapat tersebut berjalan seperti monolog. pada (24/11/2025).

Para orang tua hanya menjadi pendengar setia tanpa diberi ruang bertanya ataupun menyampaikan pandanganterkait pungutan ujian dan perpisahan kelas IX.

“Kami hanya duduk dan mendengarkan. Semua seperti sudah disusun sepihak oleh pihak sekolah,” ujarnya kecewa.

Ia menambahkan, pungutan tersebut terasa memberatkan, apalagi ketika instruksi pemerintah sudah jelas-jelas menyebut bahwa beban biaya pendidikan tidak boleh menekan orang tua.

“Saya pribadi benar-benar terbebani. Gubernur sudah bilang pungutan tidak boleh, apalagi kalau sampai jumlahnya besar dan membuat orang tua semakin pusing,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak MTs Nurul Islam Ciodeng belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan tersebut.

(Tim)

 

Berita Terkait

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:46 WIB

Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:07 WIB

Sentuhan Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Hadir Ringankan Duka Korban Kebakaran

Selasa, 21 April 2026 - 14:46 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan

Jumat, 10 April 2026 - 00:41 WIB

Kasus Rabusin Jadi Perhatian, Pengawasan DPR dan Komisi Yudisial Dinilai Perlu Diperkuat

Kamis, 9 April 2026 - 22:29 WIB

Fakta Sidang Terungkap, Rabusin Sebut Barang Bukti Tidak Relevan dan Sarat Kejanggalan

Senin, 6 April 2026 - 00:45 WIB

Kejanggalan Surat Keterangan Jadi Perhatian, Komisi III DPR RI Diminta Turun Tangan Awasi Perkara

Minggu, 5 April 2026 - 23:59 WIB

Dari Tanah Pusaka ke Meja Hijau: Rabusin Tuding Ada Upaya Sistematis Menguasai Lahan Lewat Surat Kontroversial

Minggu, 5 April 2026 - 23:26 WIB

Hakim dan Jaksa Diminta Tidak Tutup Mata, Bukti Lemah Jangan Dijadikan Dasar Vonis

Berita Terbaru