Ijazah yang Tersandera, Ada Pungli di Balik Tembok Sekolah SMP PGRI Oleh Oknum Guru

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:29 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

CIANJUR – Dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng oleh ulah oknum pendidik, seorang guru SMP PGRI, di Kecamatan Cilaku, diduga melakukan intimidasi serta pungutan liar (pungli) terhadap siswa alumni terkait pengambilan ijazah.

Peristiwa ini mencuat ke publik pada Rabu (22/10/2025) setelah sejumlah orang tua murid menyampaikan keluhannya pada awak media

Seperti air yang tumpah dari wadah, keluhan wali murid ini membuka tabir praktik yang seharusnya tak terjadi di dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya kepada awak media mengaku, anaknya tidak dapat melanjutkan ke sekolah tingkat lanjut

“Anak saya ingin daftar ke sekolah lain, tapi ijazahnya belum bisa diambil. Alasannya karena harus membayar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, orang tua tersebut menuturkan adanya pesan WhatsApp bernada ancaman yang dikirim oleh seorang oknum guru kepada para siswa.

“Yang besok tidak datang untuk sidik jari, mohon maaf, kalau nanti butuh ijazah akan dipersulit.” seperti itu isinya

Tak hanya ancaman, wali murid juga menyebut adanya pungutan sebesar Rp70 ribu sebagai syarat untuk mengambil ijazah.

“Ini jelas pungli, Gubernur Jawa Barat sudah menegaskan larangan segala bentuk pungutan untuk pengambilan ijazah, baik di sekolah negeri maupun swasta, tapi kenyataannya hal seperti ini masih terjadi,” tambahnya.

Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur segera turun tangan untuk menelusuri dugaan pungutan tersebut, agar tidak mencederai marwah pendidikan yang semestinya menjadi ladang kejujuran dan pengabdian.

Kepala Sekolah SMP PGRI di kecamatan Cilaku Iqbal, ketika di temui awka media, pada Jum’at (24/10/2025) membenarkan adanya laporan terkait pungutan dan pesan WhatsApp dari wali kelas kepada alumni.

Namun ia membantah, bahwa hal itu merupakan bentuk miskomunikasi dengan oknum guru tersebut.

“Saya kaget setelah mendengar kabar ini. Begitu tahu, saya langsung menggelar rapat dadakan dengan semua guru untuk mengklarifikasi kebenarannya,” ujar Iqbal.

Menurutnya, sebagian besar ijazah memang belum diserahkan kepada alumni karena kelalaian guru wali kelas, bukan karena faktor administrasi.

“Setahu saya, ijazah sudah ditandatangani dan siap dibagikan. Tapi setelah saya cek langsung, ternyata hampir 70 persen belum diberikan. Saya betul-betul tidak tahu kalau ada pungutan Rp70 ribu. Itu di luar sepengetahuan saya,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, pihaknya akan menindak tegas oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, serta memastikan seluruh ijazah segera dibagikan tanpa pungutan apa pun.

“Kasus ini jelas mencoreng nama baik sekolah. Kami akan berbenah agar hal serupa tidak terjadi lagi di SMP PGRI,” tegasnya. (Tim)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemkab Bekasi Larang Keras Pungli dan Jual Beli Kursi di SPMB 2026/2027

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Mutu Guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Evaluasi Kinerja Kurikulum SD

Minggu, 19 April 2026 - 09:50 WIB

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Selasa, 14 April 2026 - 21:26 WIB

Galian Kabel Optik di Jalan Lingkar Sukatani Abaikan K3, Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Berita Terbaru