Cianjur – Menjaga keamanan di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ibarat menjaga bara dalam sekam, tetapi bisa berkobar sewaktu-waktu. Karena itu, setiap petugas regu pengamanan dituntut untuk selalu siaga, disiplin, dan tidak lengah sedetik pun.
“Gangguan keamanan bisa datang kapan saja, dari dalam maupun luar lapas. Kadang faktor cuaca, waktu, bahkan situasi tertentu bisa memicu,” ujar Nidal, Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Cianjur, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, kedisiplinan bukan sekadar rutinitas formal. Apel, absensi, hingga patroli ke blok hunian warga binaan adalah pagar hidup yang menjaga kestabilan.
“Naluri waspada jangan-jangan harus selalu ada di setiap petugas. Jangan sampai ada celah, karena satu kelengahan bisa menjadi pintu bagi gangguan besar,” tegasnya.
Di balik pintu-pintu kamar hunian, petugas setiap hari melakukan pengecekan satu per satu. Aktivitas yang terlihat sederhana itu sejatinya ibarat mata rantai pengikat, benteng senyap yang membuat lapas tetap kokoh berdiri menghadapi dinamika.
“Kegiatan ini bagian dari deteksi dini. Dengan kedisiplinan, keamanan lapas bisa lebih terjaga dan pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan tanpa hambatan,” tutup Nidal. ( Rst )

































