Plagiasi Mengguncang Banten: Rektor Baru UIN SMH Dituding Lukai Marwah Akademik

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 20:09 WIB

50132 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SERANG – Ibarat petir di siang bolong, pelantikan Prof. Mohammad Ishom sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten periode 2025–2029 langsung menuai badai kecaman. Gerakan KAWAN menuding Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, telah melukai integritas akademik dengan melantik sosok yang diduga kuat terjerat plagiasi.

Ketua Umum Gerakan KAWAN, Kamaludin SE, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar isu personal, melainkan ancaman serius terhadap marwah keilmuan perguruan tinggi Islam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Plagiasi adalah dosa akademik terbesar. Bagaimana mungkin seorang rektor, yang seharusnya jadi teladan, justru terjerat dugaan penjiplakan? Jika benar terbukti, konsekuensinya jelas: pencabutan gelar hingga pemberhentian jabatan,” tegasnya, Jumat (23/8/2025).

Dugaan Plagiat: Retakan di Dinding Akademik

Isu plagiasi Prof. Ishom mencuat setelah pegiat literasi Banten, Sulaiman Djaya, menemukan kemiripan karya antara Ishom dan tulisan Dr. Ayang Utriza Yakin. Bahkan, Dr. Ayang secara terbuka menyatakan karyanya telah dijiplak dan siap membeberkan bukti bila kasus ini dibiarkan tenggelam.

Gerakan KAWAN memperingatkan, sikap abai terhadap persoalan ini akan meruntuhkan reputasi UIN SMH Banten di mata akademisi dunia. “Dunia internasional sangat sensitif terhadap isu plagiarisme. Jika ini dibiarkan, akreditasi dan kerja sama global UIN bisa hancur seketika,” ujar Kamaludin.

UU Guru dan Dosen Dilabrak, Preseden Terulang

KAWAN menilai, pelantikan ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menegaskan dosen wajib menjunjung tinggi integritas akademik. Pelanggaran serius seperti plagiasi dapat berujung sanksi administratif hingga pemecatan.

Lebih jauh, Kamaludin mengingatkan preseden yang pernah terjadi.

“Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq, dicopot karena terbukti plagiat. Lalu kenapa di UIN SMH Banten, justru plagiator dilantik? Apakah Kemenag memakai standar ganda?” sindirnya.

Tuntutan: Cabut Mandat, Selamatkan Integritas

Gerakan KAWAN mendesak Menteri Agama segera meninjau ulang keputusan pelantikan. Mereka menilai, membiarkan Ishom tetap menjabat sama dengan mengajarkan mahasiswa bahwa manipulasi bisa mengalahkan kejujuran.

“Rektor adalah simbol moral. Jika simbol ini rusak, rusak pula generasi yang dibinanya. Kami menuntut agar Prof. Ishom segera dicopot sampai kasus ini tuntas. Jika tidak, kami siap menggalang dukungan publik, akademisi, dan mahasiswa,” tegas Kamaludin.

Ancaman Runtuhnya Marwah Banten

Gerakan KAWAN menutup sikapnya dengan peringatan keras: bila dugaan plagiasi ini tidak ditangani secara transparan, UIN SMH Banten akan tercatat bukan sebagai kampus Islam unggulan, melainkan sebagai kampus yang merayakan kecurangan akademik.

“Sebagai kampus Islam, UIN SMH seharusnya menjadi mercusuar moralitas dan ilmu pengetahuan. Namun jika benar rektornya terjerat plagiasi, bukan hanya kampus yang tercoreng, tapi juga wajah Banten—tanah para ulama dan jawara—akan runtuh di mata publik,” pungkasnya. (Rst)

 

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:50 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Teluk Meranti Dampingi Petani Rawat Cabai

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:40 WIB

80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:48 WIB

Deklarasi Bersejarah di Kota Bogor: Pelajar STM/SMK Bersatu Lawan Tawuran, Bullying dan Narkoba

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:33 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Olahraga Bersama Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Berita Terbaru