Mengurai Kusut Cipanas: Angkot Dipaksa Tertib, Terminal Kembali Hidup

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:14 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cipanas – Jalan Cipanas yang selama ini ibarat simpul kusut lalu lintas, akhirnya disentuh langkah berani oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), uji coba pengalihan trayek angkutan umum resmi diberlakukan pada Kamis (21/8/2025) pukul 10.00 WIB.

Kawasan yang kerap menjadi momok kemacetan, terutama di depan Pasar Cipanas, kini diuji dengan pola baru. Dishub membagi arus trayek ke dalam dua jalur utama. Pertama, jalur lurus Cipanas, yang mencakup angkot trayek Cianjur–Cipanas, Cipanas–Simpang Galudra, Cipanas–Benying, dan Cipanas–Pasir Kampung. Kedua, jalur menuju Terminal Cipanas, yang diperuntukkan bagi trayek Cipanas–Cibodas, Cipanas–Puncak, Cipanas–Nagrak, Cipanas–Kemang, Cipanas–Baduga, Cipanas–Cipari, Cipanas–Sala Jambu, Cipanas–Padarincang, Cipanas–Gunung Putri, hingga Cipanas–Sadamaya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun trayek Loji–Cipanas dan Cipanas–Marwati diarahkan sesuai skema baru Dishub, demi mengurai kepadatan yang selama ini tak jarang membuat jalur Cipanas lumpuh.

Kabid Dishub Kabupaten Cianjur, M. Iqbal S., menegaskan aturan ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Terminal Cipanas kembali difungsikan sebagai jantung pergerakan angkot, menghapus praktik ngetem liar yang selama ini ibarat duri di jalur utama.

“SK trayek angkot sebenarnya sudah ada sejak lama. Kami hanya mengingatkan kembali para sopir untuk masuk terminal, bukan ngetem sembarangan. Banyak keluhan dari pengendara karena parkir liar dan angkot ngetem di depan pasar, menyebabkan jalur macet panjang. Semua kendaraan umum wajib taat aturan,” tegasnya.

Selain menata angkutan umum, Dishub juga menegaskan aturan untuk kendaraan pribadi. Tidak boleh lagi parkir sembarangan di tepi jalan, semua diarahkan masuk ke basement Pasar Cipanas.

“Kami arahkan kendaraan roda dua maupun roda empat masuk ke basement Pasar Cipanas. Ini bagian dari solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam,” tambah Iqbal.

Langkah rekayasa lalu lintas ini menjadi taruhan besar bagi pemerintah daerah. Jika berhasil, Cipanas bisa bernapas lega kembali, jalur utamanya kembali lancar seperti aliran sungai yang jernih. Namun jika gagal, potensi kekacauan justru bisa makin parah.

“Semua kembali pada kesadaran masyarakat. Mau tertib atau tetap semrawut? Kami sudah siapkan aturan, tinggal kita jalankan bersama,” tutup Iqbal.

KBO Satlantas Polres Cianjur, Iptu Atim Kosasih, mengapresiasi langkah Dishub menghidupkan kembali fungsi terminal. Menurutnya, masalah Cipanas selama ini bukan “macet total”, melainkan kepadatan akibat perilaku angkot dan parkir liar.

“Terminal kembali aktif, otomatis mengurangi kepadatan di jalur nasional. Tapi penertiban bukan hanya tugas Dishub atau Satlantas. Semua pihak harus ikut terlibat, termasuk pedagang kaki lima dan masyarakat. Sopir angkot sudah kami komunikasikan, mereka siap mengikuti aturan. Tinggal penumpang dan warga juga harus disiplin,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala UPTD Pasar Cipanas, Epra Haryono, SH, yang memastikan jalur pasar sudah siap menampung alur baru trayek angkot.

“Semua sudah kami rapikan. Angkot akan masuk lewat pintu depan jalan nasional, melintas basement, lalu keluar ke jalur belakang. Area parkir di basement tetap aman, karena lintasan angkot hanya sebatas lewat. Dengan skema ini, tidak ada lagi alasan untuk ngetem di pintu masuk pasar,” tegas Epra.

Kini, uji coba ini menjadi perhatian publik. Warga menanti apakah kebijakan baru ini mampu menjawab keluhan bertahun-tahun, atau sekadar menambah daftar panjang persoalan lalu lintas Cipanas. Seperti simpul benang yang baru saja dibuka, keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada kesadaran bersama: pemerintah, sopir, pedagang, hingga masyarakat pengguna jalan.(Rst)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Berita Terbaru

Jakarta

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:49 WIB