Ketua HNSI Cianjur: Karamnya Perahu Nelayan Jayanti Akibat Kolam Labuh yang Tak Memadai

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:04 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur, Relly Herajaya, menyebut keterbatasan kapasitas kolam labuh sebagai penyebab utama karamnya perahu nelayan di Pelabuhan Jayanti. Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama saat terjadi pergantian musim yang kerap disertai ombak besar dan cuaca ekstrem.

“Setiap peralihan musim, hampir selalu ada perahu nelayan yang tenggelam. Kerugian yang dialami nelayan tidak sedikit—satu unit perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkap bisa mencapai lebih dari Rp80 hingga Rp90 juta,” ujar Relly, Jumat (1/8/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kolam labuh yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah perahu nelayan yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Meski pihaknya telah mengajukan permohonan perluasan kolam labuh, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Kami harap pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah segera merespons keluhan ini. Pembangunan kolam labuh yang memadai adalah kebutuhan mendesak bagi nelayan Jayanti, demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian mereka,” tegasnya.

Menurut Relly, banyak nelayan terpaksa menambatkan perahunya di laut lepas karena kolam labuh yang ada tidak cukup menampung semua armada. Praktik ini sangat berisiko, terutama saat musim angin selatan, di mana ombak besar bisa dengan mudah menghantam badan perahu.

“Situasi ini membahayakan nelayan. Setiap tahun selalu ada korban kerusakan perahu. Kolam labuh yang layak sangat kami perlukan sebagai bentuk perlindungan minimal bagi alat produksi para nelayan,” pungkasnya.

Relly menekankan bahwa perluasan kolam labuh bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap sektor perikanan tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pesisir Cianjur.

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:23 WIB

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Minggu, 19 April 2026 - 13:18 WIB

Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste

Kamis, 16 April 2026 - 20:30 WIB

RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WIB

Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Sabtu, 11 April 2026 - 23:31 WIB

Safari Suci Haji dan Umroh Gelar Manasik Haji 2026/1447 H di Bandung

Berita Terbaru