*Menjamurnya WNA Masuk Kalbar Pengamat Minta Pengawasan intensif Kantor Kementrian Hukum Dan HAM*

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 1 Februari 2025 - 20:35 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Menjamurnya WNA Masuk Kalbar Pengamat Minta Pengawasan intensif Kantor Kementrian Hukum Dan HAM*

Pontianak Kalbar

Meningkatnya jumlah warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi perhatian serius sejumlah pihak.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Herman Hofi Munawar, pengamat hukum dan kebijakan publik Kalbar. Ia menilai kondisi tersebut memerlukan langkah pengawasan dan penertiban yang lebih intensif oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Kalbar melalui Imigrasi.

Dalam keterangannya kepada media pada Jumat (31/1/2025), Dr. Herman menyatakan bahwa kehadiran WNA yang semakin meningkat, khususnya di berbagai kabupaten dan kota di Kalbar, berpotensi menimbulkan masalah yang kompleks.

“Semakin banyaknya kedatangan WNA dapat memicu persoalan sosial, ekonomi, dan keamanan. Ini harus diantisipasi dengan pengawasan yang berkelanjutan dan intensif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan yang kurang optimal selama ini menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi. Menurutnya, langkah efektif harus melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, aparat penegak hukum, dan masyarakat setempat.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting, terutama perangkat desa yang berada di garis terdepan. Mereka memiliki peranan strategis karena langsung berinteraksi dengan masyarakat dan dapat mendeteksi aktivitas WNA di wilayah mereka,” jelasnya.

Dr. Herman juga mendesak Kanwil Kemenkumham Kalbar untuk lebih aktif dan tegas dalam melakukan operasi penertiban WNA. Salah satu langkah yang diusulkan adalah melakukan inspeksi di berbagai perusahaan guna memastikan tidak ada pelanggaran keimigrasian.

“Kalau hanya sekadar pelanggaran overstay mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, yang perlu diwaspadai adalah pelanggaran berat seperti peredaran narkotika dan kegiatan ilegal lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pengawasan yang masif dan rutin dapat mencegah potensi gangguan keamanan serta pelanggaran hukum yang dilakukan oleh WNA. Dengan langkah tersebut, Kalbar diharapkan tetap menjadi wilayah yang kondusif dan aman bagi seluruh masyarakat.

Langkah penertiban yang efektif tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menciptakan kondisi sosial yang lebih sehat, sekaligus memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja lokal dari dampak negatif masuknya WNA yang tidak mematuhi aturan.

Sumber: Dr Herman Hofi
Laporan : Jono //98

Berita Terkait

*Dr Herman Hofi : Pelayan BUMD di Kota Pontianak Harus Ada Evaluasi,Sebab Masih Setengah Hati*
*Perkembangan Kasus Ledakan di Siantan, Kabidhumas : Pelaku Sudah Diamankan.*
*Terkuak PT Makmur Prima Lestari (MPL) Bangun PKS Tanpa Kebun Sawit*
*Tegakkan Regulasi, Pemerintah Harus Tertibkan Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Kebun di Kalbar*
Penyimpangan Dana Bumdes, APH Segera Turun Tangan
DPP Aliansi Lintas Etnis Kalbar Buka Posko Bantuan untuk Korban Banjir di Kalimantan Barat
APH di Sintang Gagal Berantas Judi Sabung Ayam
Korban Laka Tunggal Akibatkan Jalan Berlubang Terpaksa di Larikan ke Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru