Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 01:14 WIB

50126 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_1024

oplus_1024

BANDUNG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bandung menyelenggarakan agenda strategis bertajuk “Konsolidasi Gerakan” pada Minggu malam (19/04).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PCNU Kota Bandung ini mengusung tema besar mengenai anatomi kebijakan dan keberpihakan ekonomi-politik terhadap kaum Mustad’afin.

​Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber utama sekaligus Mabincab PC PMII Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Alghofiq disapa Kh Mako, memberikan orasi yang menekankan pentingnya transformasi kualitas personal kader di tengah dinamika zaman yang kian kompetitif.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kiai Wahyul menyoroti kontradiksi antara kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah dengan kemakmuran bangsa yang belum merata. Menurutnya, kader PMII harus menjadi jawaban atas ketidakmampuan bangsa dalam mengelola kekayaan tersebut.

​”Potensi sumber daya alam Indonesia itu sangat besar dan kaya, tetapi kita belum mampu mengelolanya secara maksimal untuk kemakmuran bangsa. Di sinilah kader PMII harus hadir meningkatkan kualitas personal agar mampu mengambil peran strategis di masa depan,” tegas KH. Wahyul.

​Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi di era digital saat ini adalah sebuah keniscayaan. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat kader tercerabut dari akar budayanya.

​Akselerasi Digital: Penguasaan teknologi mutlak diperlukan agar PMII tidak tertinggal.

​Jati Diri Bangsa: Tetap berpijak pada kearifan lokal yang luhur sebagai identitas diri yang tidak boleh dilupakan.

​Menjadi Motor Penggerak di Tengah Masyarakat

​Sebagai penutup narasinya, KH. Wahyul mengajak seluruh kader untuk tidak hanya berteori di ruang-ruang diskusi, tetapi harus berani terjun langsung dan “melarut” bersama rakyat.

​”Kader PMII harus menyatu dengan rakyat. Dengan pemikiran yang maju, kalian harus menjadi motor penggerak perubahan yang nyata di tengah masyarakat,” tambahnya

Acara ini diharapkan menjadi momentum bagi kader PMII Kota Bandung untuk memperkuat basis intelektual sekaligus memantapkan langkah dalam mengawal kebijakan publik yang pro-rakyat.

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Bekasi Dukung Pembangunan GOR Voli Bintang Mahameru Tirta Bhagasasi

Senin, 22 Desember 2025 - 15:30 WIB

JPDN dan GBR Minta Kapolres Metro Bekasi Baru Segera Tuntaskan Kasus Pengeroyokan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:58 WIB

PWI Bekasi Raya: Kekuasaan Busuk Bupati Bekasi Tak Layak Dipertahankan

Minggu, 12 Oktober 2025 - 19:21 WIB

Mengungkap Cagar Budaya Petilasan Makom Karomah Adipati Singa Perbangsa di Pasirtanjung Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru