BANDUNG – Menanggapi simpang siur video silaturahmi ke Pesantren Sirnarasa yang viral di platform TikTok, Ketua Bidang Dakwah MUI Jawa Barat, KH. Nonop Hanafi, memberikan klarifikasi mendalam.
Ia menegaskan bahwa video yang diunggah oleh akun “Debu Jalanan Al-Bohary” tersebut adalah dokumentasi lama yang disebarkan kembali dengan narasi yang tidak sesuai.
KH. Nonop menjelaskan bahwa kegiatan dalam video tersebut sebenarnya merupakan kunjungan silaturahmi dan konfirmasi yang dilakukan oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten Ciamis, bukan MUI Provinsi Jawa Barat. “Silaturahmi konfirmasi yang dilakukan oleh jajaran pengurus MUI Kabupaten Ciamis itu terjadi pada tahun 2024. Saat itu hadir KH. Drs. Saeful Uyun (Ketua), KH. Dr. Fadil Yani Ainus Syamsi (Sekretaris), dan KH. Muhammad Syarif Hidayat (Bendahara),” ujar KH. Nonop Hanafi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, KH. Nonop memaparkan konteks di balik kunjungan tahun 2024 tersebut. Menurutnya, kunjungan itu dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat terkait potongan-potongan video Abah Aos yang memicu konflik opini pada saat itu. MUI Kabupaten Ciamis hadir untuk menjalankan fungsi tabayun secara langsung.
Namun, KH. Nonop menyayangkan pihak-pihak yang mengunggah kembali video tersebut di masa sekarang dengan judul yang berbeda, seolah-olah merupakan agenda resmi kolektif MUI Jawa Barat di bawah kepemimpinan yang baru.
“Hari-hari ini di-upload kembali dengan judul yang berbeda. Saya tegaskan, belum ada silaturahmi secara kolektif dari MUI Provinsi Jawa Barat ke Sirnarasa,” tegasnya. Pihak MUI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan bijak dalam menyaring konten media sosial.
Penyesatan informasi melalui penggantian judul video (re-titling) dianggap sebagai tindakan yang dapat membanjiri lini masa dengan hoaks. “Semoga kita bijak dalam memberikan judul tentang sebuah video yang disebarkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang menyebarkan hoaks kebohongan,” pungkas KH. Nonop.
































