Ketua Korp Alumni KNPI Jabar Dian Rahadian, S.H., M.H.,
Bandung, Pada Jumat, 10 April 2026 – Korp Alumni KNPI Jawa Barat bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar menggelar seminar “Membangun Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Jawa Barat” di Gedung Merdeka, Kota Bandung.

Ketua Korp Alumni KNPI Jabar Dian Rahadian, S.H., M.H., bersama Bendahara Pamariadi dan Sekretaris Andriana, menegaskan komitmen organisasi untuk aktif memantau dan mengevaluasi kinerja pemerintahan. “Jaringan Korp Alumni KNPI tersebar di seluruh Jawa Barat. Kami siap bersinergi dengan KPK Jabar melakukan pencegahan korupsi secara cepat dan terukur,” ujar Dian.
Hadir sebagai narasumber, Brigjen Pol Ujang Purnama memaparkan data Transparansi Internasional 2025 yang menempatkan skor Corruption Perception Index (CPI) Indonesia di angka 34. “Kalau anak kita ujian nilainya 34, apa kata kita sebagai orang tua? Bangga atau prihatin? Skor 34 berarti kita belum lulus. Indonesia bahkan belum pernah menyentuh skor 50,” tegasnya.
Ujang juga menyampaikan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Penilaian internal mencapai 78,79% dan eksternal 85,30%, sehingga Indeks Integritas Pemprov Jabar tercatat 71,85%—masih di bawah rata-rata ideal. Penilaian SPI melibatkan internal, eksternal, serta unsur akademisi.
Sementara itu, capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Jawa Barat menembus 88,76% pada 8 area intervensi:
1. Perencanaan APBD
2. Penganggaran APBD
3. Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)
4. Pengawasan APIP
5. Manajemen ASN
6. Optimalisasi Pendapatan Daerah
7. Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD)
8. Pelayanan Publik
Dian Rahadian menutup, Korp Alumni KNPI akan memperkuat fungsi monitoring di daerah dan mendorong transparansi anggaran hingga ke tingkat desa. “Pencegahan korupsi butuh masyarakat sipil yang kritis. Kami hadir untuk itu,” pungkasnya.
(Fawwad) **
































