BANDUNG – Pengurus Ikatan Tour Leader Indonesia (ITLA) Jawa Barat periode 2026-2030 resmi dilantik bertempat di Resto Kandang Inkung Jl Sriwijaya Kota Bandung Selasa 07/04/2026, dengan membawa misi penguatan profesionalisme di era digital.
Sebanyak 30 pengurus baru berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas tour leader melalui berbagai bidang, mulai dari pengembangan SDM hingga hubungan antarlembaga.
Ketua ITLA Jawa Barat Reza Novaldi menekankan bahwa fokus utama kepengurusan kali ini adalah mencetak tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi. “Konsentrasi kami adalah menuju Tour Leader Digital 6.0. Ini merupakan langkah krusial karena tour leader bukan sekadar pendamping tamu, melainkan garda terdepan, humas, sekaligus ujung tombak pemasaran bagi agen perjalanan,” ujarnya.
Di tengah semangat baru ini, sektor pariwisata internasional sedang dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel. Hal ini berdampak langsung pada sejumlah jadwal penerbangan dan destinasi wisata, terutama bagi wisatawan yang menggunakan maskapai transit di hub besar seperti Dubai (Emirates) dan Doha (Qatar Airways).
Menanggapi situasi tersebut, ITLA Jawa Barat mengambil peran aktif dalam:
Mediasi Informasi: Menjadi jembatan komunikasi antara agen perjalanan dan tamu untuk memberikan informasi yang valid dan literasi yang benar agar tidak timbul trauma perjalanan.
Keamanan Wisatawan: Memprioritaskan faktor keamanan di atas segalanya, termasuk memfasilitasi proses refund jika terjadi pembatalan sepihak dari maskapai.
Opsi Destinasi: Memberikan referensi destinasi alternatif yang lebih aman bagi wisatawan yang terdampak pembatalan rute Timur Tengah dan Eropa.
Selain fokus pada teknologi dan penanganan krisis, ITLA Jawa Barat juga terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal pengembangan personal branding anggota. Menariknya, profesi tour leader kini semakin inklusif, merangkul berbagai latar belakang profesi lain yang memiliki minat dalam memimpin perjalanan.
“Nilai dari seorang tour leader kini lebih luas. Anggota kami sekarang tidak hanya dari latar belakang pariwisata murni, tapi juga dari berbagai profesi lain yang memiliki keahlian kepemimpinan dalam perjalanan,” pungkasnya.**
































