BANDUNG – Forum Alquds Amanaty
menyampaikan pernyataan sikap keras nya merespons situasi konflik di Lebanon yang merenggut nyawa personel TNI serta eskalasi kekerasan yang terus dilakukan oleh Israel.
Dalam pernyataannya Forum Alquds Amanaty yang mewakili, KH Nonof Hanafi menekankan empat poin utama sebagai bentuk pembelaan terhadap kedaulatan negara dan kemanusiaan:
1. Duka Mendalam bagi Syuhada Penjaga Perdamaian
KH Nonof menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya anggota TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Beliau mendoakan agar pengabdian para prajurit tersebut diterima di sisi-Nya.
“Semoga pengabdian mereka dicatat sebagai syuhada yang gugur demi misi perdamaian dunia,” ujarnya.
2. Desakan Protes Keras terhadap Israel
Forum Alquds Amanaty melalui KH Nonof meminta Pemerintah Indonesia untuk segera melayangkan protes keras dan mengutuk tindakan Israel.
Menurutnya, aksi militer yang menyasar pasukan perdamaian dan warga sipil merupakan kejahatan perang yang nyata serta pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
3. Tinjau Ulang Keterlibatan dalam Inisiasi Donald Trump
Poin krusial lainnya yang disampaikan adalah saran kepada Presiden RI untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam inisiasi Business Opportunities Partnership (BOP) yang diketuai oleh Donald Trump.
KH Nonof menilai Donald Trump sebagai sosok yang memicu kecamuk perang di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa dukungan AS di bawah kepemimpinan tersebut dianggap sebagai sponsor utama atas tindakan destruktif Israel terhadap bangsa Palestina.
4. Tuntutan Sanksi Berat di Forum PBB
Terakhir, beliau mendorong Pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersuara lebih lantang.
“Pemerintah harus mendesak PBB agar menjatuhkan sanksi berat kepada Israel atas segala pelanggaran kemanusiaan yang telah dilakukan,” pungkasnya.

































