Mencium Bau Amis Anggaran di Desa Sukatani: Ratusan Juta Dana Desa Mengalir, Mana Bukti Fisik dan Transparansinya?

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:47 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencium Bau Amis Anggaran di Desa Sukatani: Ratusan Juta Dana Desa Mengalir, Mana Bukti Fisik dan Transparansinya?

 

SUBANG – Realisasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 di Desa Sukatani, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, kini berada di bawah “mikroskop” publik. Meskipun angka-angka manis telah tercatat dalam laporan realisasi, namun efektivitas dan transparansi di lapangan masih menyisakan keraguan besar. Apakah anggaran ini benar-benar menyentuh rakyat, atau hanya sekadar pemanis di atas kertas?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Desa Sukatani menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk dua sektor sensitif: Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

 

BLT-DD: 26 KPM “Pilihan” atau Sekadar Formalitas?

Untuk urusan perut rakyat, Pemdes Sukatani mengalokasikan total Rp 93.600.000 dalam satu tahun. Anggaran ini dibagi menjadi dua termin:

 

* 6 Bulan Pertama: Rp 46.800.000

* 6 Bulan Kedua: Rp 46.800.000

* Klaim: Disalurkan kepada 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal Rp 300.000 per bulan.

 

Publik kini bertanya-tanya: Siapa saja 26 orang “beruntung” tersebut? Apakah mereka benar-benar warga kategori miskin ekstrem yang layak menerima, atau justru ada indikasi “pilih kasih” dan titipan dari pihak-pihak tertentu? Di tengah sulitnya ekonomi, transparansi daftar penerima (By Name By Address) menjadi harga mati yang harus dibuka ke publik agar tidak muncul dugaan penyaluran fiktif.

 

Proyek Rutilahu Rp 50 Juta: Rumah Siapa yang Dibangun?

 

Bukan hanya BLT, anggaran untuk sektor perumahan pun menjadi sorotan. Tercatat, dana sebesar Rp 50.000.000 ditarik dari DD 2024 untuk program Rutilahu. Anggaran 50 juta rupiah bukanlah nominal yang kecil jika hanya digunakan untuk renovasi ringan.

 

Pertanyaan kritis muncul: Berapa unit rumah yang dibangun dengan dana tersebut? Bagaimana kualitas bangunannya? Dan yang paling penting, apakah penerima manfaat Rutilahu ini sudah tepat sasaran atau justru hanya menyasar kerabat dekat oknum perangkat desa? Hingga kini, penampakan fisik dari proyek 50 juta ini masih menjadi teka-teki bagi warga yang ingin melakukan pengawasan.

 

Sikap “Tertutup” Jadi Bumerang, Gaya kepemimpinan dan pengelolaan anggaran yang kurang transparan di Desa Sukatani ini ibarat bom waktu. UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan tegas mewajibkan setiap rupiah uang negara dikelola secara akuntabel.

 

Masyarakat Kecamatan Compreng kini menanti keberanian pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Subang untuk turun tangan melakukan audit investigatif. Jangan sampai dana yang seharusnya digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki hunian warga, justru menguap tanpa jejak yang jelas.

 

Jika memang realisasi BLT dan Rutilahu tersebut sudah sesuai aturan, mengapa Pemdes Sukatani terkesan “alergi” untuk mempublikasikan detail kegiatannya kepada media dan masyarakat? Ingat, Dana Desa adalah hak rakyat, bukan “uang saku” tambahan bagi para penguasa desa.

( Tim/Red )

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Berita Terbaru