Krisis Pendidikan: Antara Pendidik dan Murid, Membalikkan Ruh Pendidikan yang Hilang

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 21:08 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Rafida Maldah, mahasiswi STIT Assa’adiyyah asal Cipanas, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas Jawa Barat

Cipanas, Pajajaranupdate.Com– Dunia pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan besar, yaitu krisis hubungan antara pendidik dan murid. Fenomena murid yang menantang gurunya, bahkan ada yang berani melawan secara fisik dan verbal, menjadi kabar yang sering kita dengar. Sebaliknya, tidak sedikit pula pendidik yang lupa akan amanahnya, bersikap kasar, atau tidak mampu menjadi teladan bagi murid.

Siti Rafida Maldah, mahasiswi STIT Assa’adiyyah asal Cipanas, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, mengatakan bahwa fenomena ini menandakan bahwa hubungan antara pendidik dan peserta didik ini mulai kehilangan arah. “Yang seharusnya penuh kasih sayang, saling menghormati, berlandasan niat suci tulus untuk menuntut ilmu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Islam, pendidikan bukan sekedar transfer pengetahuan, tetapi proses pembentukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR Ahmad). Tujuan utama pendidikan sejati adalah membentuk manusia yang berilmu dan beradab.

Namun, krisis yang kita saksikan hari ini bukan hanya sosial sistem, tetapi juga krisis murid yang menantang gurunya, merasa dirinya benar, karena didukung media sosial yang serba bebas. Sampai guru kehilangan wibawa, dan sekolah yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak, kini berubah menjadi ruang yang penuh ketenangan.

Allah SWT telah mengangkat derajat mereka yang berilmu, dalam surat Al-Mujadilah ayat 11, Allah berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Masalah pendidikan yang ramai diperbincangkan sekarang, mulai dari rendahnya moral siswa, tekanan administrasi terhadap guru, hingga dampak digitalisasi yang membuat interaksi kian kering, menunjukkan bahwa kita perlu mengembalikan ruh pendidikan kepada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembimbing hati. Murid bukan hanya penerima ilmu, tetapi penuntut kebenaran. Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR Muslim).

Hadis ini seharusnya menjadi cambuk bagi keduanya, baik guru maupun murid, untuk kembali menata niat dan sikap. Guru mendidik dengan hati, bukan sekedar mengajar nilai. Murid menuntut ilmu dengan hormat, bukan hanya mencari ijazah.

Dan kini, saatnya kita kembali ke jati diri pendidikan yang sejati, menumbuhkan manusia yang beradab, beriman, dan berilmu. Karena jika ada bilang, maka sehebat apapun kurikulum, secanggih apapun teknologi, pendidikan akan kehilangan maknanya.

Sebagai pendidik, kita perlu menanamkan kesabaran dan kasih dalam mendidik. Sebagai murid, kita wajib menumbuhkan rasa hormat dan syukur atas ilmu yang diberikan. Hanya dengan sinergi keduanya, ruh pendidikan akan hidup kembali, bukan sekedar di ruang kelas, tetapi juga di hati setiap insan yang mencintai ilmu.

(Usman) **

Berita Terkait

Rapat Pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Cianjur 2025
Kepsek SMPN 5 Cikalongkulon Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Terkait Pemeliharaan
Diduga Gelapkan 400 Ekor Bebek, BUMDEs Kamurang Hanya Tinggal Kandang
Yayasan Pendidikan Keagamaan di Cianjur Berharap Bantuan Pemerintah Tepat Sasaran
Program Rutilahu Gagal, Warga Masih Tinggal di Rumah Rusak
Penyaluran Bantuan Beras dari Bulog di Desa Sukagalih: 733 KPM Menerima Bantuan
Saluran Air Tersumbat, Jalan Mariwati Balakang Cipans Tergenang Usai Diguyur Hujan
Hari KeTiga Pencarian, Siswa Hanyut di Cikundul Belum Ditemukan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Sulit Ditemui Wartawan, Kebijakan Humas Kemenimipas Alokasi Anggaran Publikasi Diduga Tebang Pilih

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:22 WIB

PW GPA Jakarta: Hoaks Penangkapan Kepala BGN Menyesatkan Publik, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:26 WIB

Rumah Moderasi Bersama Polri Serukan Orang Tua Aktif Melindungi Anak Dari Bahaya Radikalisme Diruang Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:56 WIB

PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:41 WIB

Dalam Kaca Mata Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH. MH, Diduga Tipikor Rp 3.5 Triliun di Tubuh PT RIAU PETROLEUM : MEDIA ADALAH PESAN UNTUK PRESIDEN RI

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:36 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Tugaskan Kementerian Tangani Transaksi Jual Beli Onlen Agar Tipu Tipu Ditangkap!!!

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:49 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ketua Divisi Driver LAI, Sandy: Kebersamaan dan Komunikasi Upaya Cegah Pelanggaran Hukum Bersama Polri

Berita Terbaru