Cianjur — Layaknya perisai yang ditempa sebelum perang, warga Desa Cimacan kini dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan murka alam dari perut bumi. Pemerintah Desa Cimacan, bersama BPBD Kabupaten Cianjur, menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana erupsi gunung api, Selasa (5/8/2025), di Aula Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas.
Dengan membawa semangat “Kenali Ancaman, Kurangi Risikonya,” kegiatan ini mengumpulkan pasukan sipil dari berbagai lini: mulai dari relawan Destana, Karang Taruna, Linmas, Posyandu, hingga para pemangku wilayah seperti kepala dusun, RT, dan RW. Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Desa Cimacan, Deden Ismail. pada ( 5/8/2025 )

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cianjur, Muhammad Taufik Zuhrizal, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah sekitar Gunung Gede, terhadap potensi bencana erupsi gunung api.
“Gunung Gede ini punya siklus layaknya nafas panjang. Catatan sejarah menunjukkan, letusan terakhir terjadi pada tahun 1957. Jika dihitung, sekitar tahun 2028, ia bisa saja kembali menggeliat. Kita berharap tak terjadi apa-apa, tapi tak ada salahnya menyiapkan payung sebelum hujan abu,” ucapnya dengan nada serius.
Kami dari BPBD selalu siaga 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. tidak hanya gunung api, Saat intensitas hujan tinggi, kami juga rutin mengimbau masyarakat dan pemerintah desa untuk waspada.
“Inilah pentingnya mitigasi. Bukan untuk menakuti, tapi agar kita tak menjadi korban dari ketidaktahuan,” tambah Taufik.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan warga serta memperkuat kolaborasi antar lembaga di tingkat desa dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya erupsi gunung api. (Rst)
































