Ketua HNSI Cianjur: Karamnya Perahu Nelayan Jayanti Akibat Kolam Labuh yang Tak Memadai

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:04 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur, Relly Herajaya, menyebut keterbatasan kapasitas kolam labuh sebagai penyebab utama karamnya perahu nelayan di Pelabuhan Jayanti. Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama saat terjadi pergantian musim yang kerap disertai ombak besar dan cuaca ekstrem.

“Setiap peralihan musim, hampir selalu ada perahu nelayan yang tenggelam. Kerugian yang dialami nelayan tidak sedikit—satu unit perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkap bisa mencapai lebih dari Rp80 hingga Rp90 juta,” ujar Relly, Jumat (1/8/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kolam labuh yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah perahu nelayan yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Meski pihaknya telah mengajukan permohonan perluasan kolam labuh, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Kami harap pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah segera merespons keluhan ini. Pembangunan kolam labuh yang memadai adalah kebutuhan mendesak bagi nelayan Jayanti, demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian mereka,” tegasnya.

Menurut Relly, banyak nelayan terpaksa menambatkan perahunya di laut lepas karena kolam labuh yang ada tidak cukup menampung semua armada. Praktik ini sangat berisiko, terutama saat musim angin selatan, di mana ombak besar bisa dengan mudah menghantam badan perahu.

“Situasi ini membahayakan nelayan. Setiap tahun selalu ada korban kerusakan perahu. Kolam labuh yang layak sangat kami perlukan sebagai bentuk perlindungan minimal bagi alat produksi para nelayan,” pungkasnya.

Relly menekankan bahwa perluasan kolam labuh bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap sektor perikanan tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pesisir Cianjur.

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Founder Rumah Saraswati: Generasi Muda Agar Tidak Terjebak Dalam Tindakan Anarkis

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:59 WIB

Dedi Mulyadi Buka Konvensi Lions Indonesia 2026: Event Ini Dorong Ekonomi Bandung

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kajati Jabar Pimpin Upacara HUT PERSAJA ke-75, Tegaskan Komitmen Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:14 WIB

I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:45 WIB

160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Berita Terbaru

Jakarta

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:49 WIB