Ketua HNSI Cianjur: Karamnya Perahu Nelayan Jayanti Akibat Kolam Labuh yang Tak Memadai

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:04 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur, Relly Herajaya, menyebut keterbatasan kapasitas kolam labuh sebagai penyebab utama karamnya perahu nelayan di Pelabuhan Jayanti. Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama saat terjadi pergantian musim yang kerap disertai ombak besar dan cuaca ekstrem.

“Setiap peralihan musim, hampir selalu ada perahu nelayan yang tenggelam. Kerugian yang dialami nelayan tidak sedikit—satu unit perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkap bisa mencapai lebih dari Rp80 hingga Rp90 juta,” ujar Relly, Jumat (1/8/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kolam labuh yang ada saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah perahu nelayan yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Meski pihaknya telah mengajukan permohonan perluasan kolam labuh, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Kami harap pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah segera merespons keluhan ini. Pembangunan kolam labuh yang memadai adalah kebutuhan mendesak bagi nelayan Jayanti, demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian mereka,” tegasnya.

Menurut Relly, banyak nelayan terpaksa menambatkan perahunya di laut lepas karena kolam labuh yang ada tidak cukup menampung semua armada. Praktik ini sangat berisiko, terutama saat musim angin selatan, di mana ombak besar bisa dengan mudah menghantam badan perahu.

“Situasi ini membahayakan nelayan. Setiap tahun selalu ada korban kerusakan perahu. Kolam labuh yang layak sangat kami perlukan sebagai bentuk perlindungan minimal bagi alat produksi para nelayan,” pungkasnya.

Relly menekankan bahwa perluasan kolam labuh bukan hanya solusi teknis, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap sektor perikanan tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pesisir Cianjur.

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:26 WIB

Parkir Liar di Lahan Sengketa Gunung Putri Menjamur Lagi, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:20 WIB

Kehadiran Polisi Jaga Kondusifitas Sengketa Lahan di Kota Wisata, Kuasa Hukum Beri Apresiasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:59 WIB

Polemik Parkir di Rumah Sengketa Bogor: Ahli Waris Khawatir Kesehatan Terganggu, Polisi Turun Tangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Ketidakhadiran Tergugat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:06 WIB

Cegah Konflik Sengketa Lahan, Polsek Gunung Putri Bubarkan Sekelompok Orang di Kota Wisata

Senin, 2 Maret 2026 - 15:52 WIB

Skandal Ciangsana: Mediasi Terbukti Fiktif, Oknum Tergugat Diduga Main Hakim Sendiri

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Security Cluster Florence Dipastikan Kondusif, Security Internal Siaga 24 Jam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:20 WIB

Ponpes Tajul Alawiyyin bersama Polri, Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru