Poros Mahasiswa Bandung Bergerak Gelar Unras Sikapi MBG dan KMP serta Berbagai Permasalahan

PAJAJARAN UPDATE

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:19 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mahasiswa yang tergabung dalam Poros Mahasiswa Bandung Bergerak (PMBB) melakukan aksi unjuk rasa di Taman Dago Cikapayang Kota Bandung Jumat, 27 Februari 2026, mulai pukul 17.10 s.d 17.55 Wib.

Massa aksi sekitaran 45 orang melakukan long march dan berorasi di sepanjang jalan Ir.Djuanda membentangkan Spanduk dan melontarkan empat tuntutan di antaranya pertama, MBG : Maling Berkedok Gizi, kedua, Koperasi (Korupsi) Merah Putih, ketiga, Adili Brimob Penganiaya #Save Tual dan ke empat Usut Tuntas Kerusuhan 25 Agustus.

Koordinator lapangan Hasmi mengatakan tujuan mahasiswa melakukan aksi sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa agar Pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyaknya kasus keracunan mengindikasikan banyaknya Korupsi dalam Program MBG, dan buruknya pengawasan serta kurang transparannya penggunaan anggaran adalah faktor utama Korupsi dalam dapur MBG.

Hasmi juga menyoroti Koperasi Merah Putih yang dinilai sebagai Sarang Korupsi dan meminta pemerintah melakukan evaluasi mendalam.

“Program MBG yang masih bermasalah, sekarang pemerintah membuat Koperasi Merah Putih yang mengganggu Dana Desa, Potensi Korupsi akan terbuka lebar karena akan dijadikan bancakan oleh pendukung pemerintah saat ini,” ujar Hasmi.

Selain itu, Massa aksi meminta agar proses penegakan hukum Anggota Brimob Penganiaya Siswa di Tual hingga Tewas di lakukan secara transparan dan memenuhi rasa keadilan.

Reformasi polri yang masih berlangsung, sudah di ciderai oleh perilaku anggota Polri yang sewenang wenang membunuh warga negara, kami meminta agar proses penegakan hukum di lakukan secara transparan dan memenuhi rasa keadilan.

Terakhir Massa meminta Usut tuntas kasus kerusuhan dalam demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia yang terjadi pada 25-31 Agustus 2025.

Temuan Komite Pencari Fakta menemukan indikasi keterlibatan Oknum TNI dalam kerusuhan Agustus 2025 yang mengakibatkan banyak kerusakan di negeri ini.

Tercatat ada 10 korban jiwa yang harus diusut tuntas penyebab kematiannya dan dimintai pertanggungjawaban pelaku. Presiden harus berani mengungkap seterang terangnya permasalahan ini.

Red.

Berita Terkait

Safari Ramadan Jadi Ruang Dialog, Kritik dan Masukan Warga Sangat Dibutuhkan
Penerangan Hukum Kejati Jabar: Langkah Preventif Mencegah Masalah Hukum
Khawatir Penutupan, Petani Sinumra Minta Pemerintah Campur Tangan
KAI Daop 2 Bandung Umumkan KAI Tebar Promo Jelang Natal dan Tahun Baru
Harmoni dalam Doa: Ribuan Umat Beragama di Bandung Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Kota
Jelang Kepadatan Penumpang pada Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Bawa Barang Secukupnya
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:59 WIB

Lima Tahun Dipertanyakan, Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi Janji Evaluasi Total

Senin, 2 Maret 2026 - 16:33 WIB

Menu MBG di SDN 01,02 dan 03 Sukamulya Seperti Menu Tahlilan

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:45 WIB

Aliansi Ormas Bekasi  Berbagi Takjil Gratis Selama Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:24 WIB

Sawah Jadi Beton: “Bom Waktu” Pembangunan BLK di Sukaasih di Tengah Ketatnya Perizinan

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:22 WIB

Usai Relokasi Pedagang Pasar Tumpah, Dishub Kabupaten Bekasi Tata Lalin dan PJU

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:12 WIB

Plt Bupati Bekasi Tinjau Langsung Relokasi 500 Pedagang Pasar Tumpah Cikarang

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:34 WIB

Ormas XTC  Sebut Ada 11 Bandar Obat Terlarang di Kampung Kavling, Mendesak APH Segera Menangkap!! 

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:25 WIB

Undang- Undang Tipikor Kepala Daerah Terkait Garifikasi Segera Evaluasi

Berita Terbaru