BANDUNG – Pasca pelaksanaan serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung pada Selasa, 31 Desember 2024, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) yang baru Eris Ramdani, A. Md.IP., S.H., M.Si menyatakan kesiapannya untuk langsung tancap gas melaksanakan program kerja di tahun 2025.
Dalam sesi wawancara, beliau menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan pimpinan pusat, khususnya terkait transformasi di bawah kementerian yang baru.
Kalapas mengungkapkan bahwa mulai tahun 2025, terdapat 15 Program Aksi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang harus dijalankan. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya menjadi fokus utama untuk diimplementasikan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, termasuk di Lapas yang kini dipimpinnya.
Sebagai pejabat baru, langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan mapping atau pemetaan kekuatan internal serta berkoordinasi dengan pejabat struktural lainnya.
Pemberantasan Narkoba: Menjadi poin utama dalam menjaga integritas lapas.
Pencegahan Penipuan: Mengantisipasi berbagai modus penipuan yang sering dikendalikan dari dalam lapas.
Ketahanan Pangan: Mendukung program pemerintah dalam hal kemandirian pangan.
Pemberdayaan UMKM: Melibatkan warga binaan dalam kegiatan produktif berbasis UMKM.
Layanan Sosial: Melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di sekitar lingkungan lapas.
Terkait standar pelayanan, beliau memastikan tidak akan ada perbedaan yang mencolok karena semua mengikuti prosedur standar yang berlaku secara nasional di seluruh Lapas maupun Rutan. Program rehabilitasi bagi warga binaan kasus narkoba juga dipastikan akan terus berjalan sebagai bagian dari upaya pembinaan.
“Harapan saya, kita akan melaksanakan apa yang diperintahkan pimpinan. Ada 6 program aksi yang harus dilaksanakan segera di UPT Pemasyarakatan,” pungkasnya***






























