Refleksi Penghujung Tahun 2025, Kepemimpinan ASR–Hugua Dinilai Gagal: Ketika Janji Tinggal Janji

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:45 WIB

50133 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pajajaranupdate.com/Jakarta, Rabu 31 Desember 2025 —Satu tahun telah berlalu, namun harapan yang dijanjikan di awal kepemimpinan Andi Sumangerukka dan Hugua (ASR–Hugua) tak kunjung terwujud. Alih-alih menghadirkan solusi, kepemimpinan sepanjang tahun 2025 justru dipenuhi kebijakan setengah matang, komunikasi yang buruk, dan sikap anti-kritik yang terkesan otoriter.

Kepemimpinan yang seharusnya hadir untuk mengayomi berubah menjadi kekuasaan yang sibuk membela diri. Kritik dianggap gangguan, aspirasi diperlakukan sebagai ancaman, dan suara masyarakat sering kali diabaikan. Akibatnya, kepercayaan publik terus menurun, sementara masalah di lapangan semakin menumpuk.

Banyak keputusan diambil tanpa arah yang jelas. Janji perubahan digaungkan, tetapi realisasinya nihil. Transparansi menjadi slogan kosong, partisipasi hanya formalitas, dan tanggung jawab kerap dialihkan dengan menyalahkan pihak lain. Inilah potret kepemimpinan ASR–Hugua yang gagal memahami esensi tugasnya sebagai pejabat negara: melayani, bukan dilayani.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih ironis lagi, kegagalan ini tidak pernah diakui secara terbuka oleh ASR–Hugua. Tidak ada evaluasi yang jujur, tidak ada keberanian mengakui kesalahan. Padahal, pemimpin yang kuat bukan yang selalu benar, melainkan yang mau belajar dan memperbaiki diri agar lebih mawas diri.

Catatan akhir tahun ini adalah pengingat keras bahwa kekuasaan tanpa empati hanya melahirkan jarak, dan kepemimpinan tanpa integritas hanya menciptakan kekecewaan khalayak luas.

Jika pola ini terus dipertahankan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra kepemimpinan, melainkan masa depan Sulawesi Tenggara.

Menjelang tahun baru yang akan berganti, publik tidak lagi membutuhkan janji manis. Yang dibutuhkan adalah perubahan nyata, sikap terbuka, dan kepemimpinan yang berani bertanggung jawab atas kesalahannya. Karena pada akhirnya, sejarah akan mencatat: siapa yang memimpin dan siapa yang gagal menjalankan amanah rakyat.

Catatan ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mengingatkan. Kepemimpinan yang gagal dan otoriter harus dihentikan, bukan diwariskan kepada penerus.

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:10 WIB

Sapa Warga Binaan, Pih. Kepala Lapas Narkotika Langkat Tinjau Langsung Sarpras dan Pembinaan Kemandirian

Selasa, 21 April 2026 - 13:49 WIB

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Selasa, 7 April 2026 - 17:25 WIB

Mantan Warga Binaan Bongkar Fakta: Tuduhan “Napi Jadi Raja Kecil” di Rutan Tanjung Pura Dinilai Hoaks dan Fitnah Sensasional

Selasa, 7 April 2026 - 03:43 WIB

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Tes Urine Mendadak Pegawai, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba

Selasa, 7 April 2026 - 02:46 WIB

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Halinar

Sabtu, 4 April 2026 - 21:32 WIB

Sidang Pembuktian Rabusin Ariga Lingga: Kejanggalan Surat Bukti dan Penahanan Jadi Sorotan

Sabtu, 4 April 2026 - 01:53 WIB

Gayo Lues Tertatih Pascabencana: Pemilik Alat Berat Menunggu Pembayaran yang Tak Kunjung Datang

Jumat, 3 April 2026 - 23:17 WIB

Tertimpa Roll Kertas, Karyawan PT.Indah Kiat Pulp & Paper Perawang Meninggal Dunia

Berita Terbaru