Kabupaten Bandung – Pimpinan Daerah (DPD) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kabupaten Bandung merayakan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat baru dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Ketua DPD Pekat IB Kabupaten Bandung, Yuda, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat.
Salah satu terobosan utama yang menjadi fokus di tahun 2026 adalah penguatan Koperasi Barayuda Bakti Nusantara. Dengan konsep “dari kita, oleh kita, dan untuk kita”, koperasi ini dirancang sebagai fondasi ekonomi bagi seluruh kader Pekat IB di tingkat Ranting, Kecamatan, hingga Daerah.
“Ini adalah kerja keras seluruh keluarga besar Pekat IB. Koperasi ini akan menjadi tulang punggung ekonomi untuk menyejahterakan anggota secara internal maupun masyarakat umum,” ujar Yuda saat diwawancarai.
Selain ekonomi, Pekat IB juga meluncurkan program Pendidikan Karakter yang mencakup tiga poin utama:
Karakter Akhlak dan Kinerja: Membangun integritas kader.
Kompetensi: Mendorong kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan komunikasi.
Literasi: Membuka wawasan kader terhadap literasi keuangan, ekonomi, sosial, dan budaya.
Yuda menekankan bahwa pendidikan adalah kunci untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. “Teori tanpa praktik itu nol, tapi praktik tanpa ilmu itu bunuh diri. Kita harus berubah dari sekarang melalui hal-hal kecil,” tambahnya.
Apresiasi dari DPP Pekat IB
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Pekat IB yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Yuda di Kabupaten Bandung. Ia menilai DPD Kabupaten Bandung berhasil menampilkan wajah organisasi yang intelektual dan jauh dari kesan premanisme.
“Saya merasa kaget dan bangga, DPD Kabupaten Bandung bisa membuat acara sebagus ini. Pekat IB tampil beda, kita lebih mengacu pada intelektualitas dan pendekatan persuasif kepada masyarakat,” ungkap Sekjen DPP Pekat IB.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim dan 100 jompo bekerja sama dengan Yayasan Bakti Persada.
Melalui peringatan ini, Yuda berharap seluruh anggota Pekat IB Kabupaten Bandung dapat tumbuh semakin dewasa secara emosional, berpikir, spiritual, dan berperilaku demi kemajuan daerah.






























