HIPMAWANI Dampingi Pelaporan Ujaran Merendahkan Perempuan Wawonii ke Polda Sultra.

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 18:01 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Konawe Kepulauan, 24 November 2025 — Gelombang kegeraman muncul dari kalangan perempuan Wawonii setelah beredarnya unggahan salah satu akun di media sosial Facebook dengan nama akun oknum tersebut (Om Ku) yang menuliskan frasa bernada merendahkan:

“Perempuan Wawonii tai.” Ungkapan tersebut dinilai melecehkan martabat perempuan sekaligus mencederai nilai-nilai budaya dan kehormatan masyarakat Wawonii.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai respons atas tindakan tersebut, perwakilan perempuan Wawonii bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Wawonii (HIPMAWANI) resmi melaporkan kasus ini kepada aparat kepolisian, dengan harapan mendapat atensi dan penanganan segera dari Polda Sulawesi Tenggara.

Proses pelaporan turut didampingi langsung oleh Ketua Umum HIPMAWANI dan Wakil Ketua Umum HIPMAWANI, sebagai bentuk dukungan moral, advokasi, serta sikap tegas organisasi terhadap ujaran merendahkan perempuan dan konten bermuatan kebencian di ruang digital.

Ketua Umum HIPMAWANI menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya menyerang identitas perempuan Wawonii, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik sosial.

“Kami mendampingi pelaporan ini sebagai wujud sikap tegas bahwa penghinaan terhadap martabat perempuan tidak dapat ditoleransi. Kami berharap pihak kepolisian memproses laporan ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum HIPMAWANI menekankan pentingnya menjaga etika dalam penggunaan media sosial agar tidak menjadi ruang penyebaran ujaran kebencian.

“Media sosial bukan tempat untuk merendahkan kelompok tertentu. Kami mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan ini agar tidak menjadi preseden buruk bagi ruang digital,” ungkapnya.

Pihak perempuan Wawonii yang turut hadir dalam pelaporan berharap kasus ini dapat menjadi momentum peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya etika bermedia sosial serta penghormatan terhadap martabat perempuan di mana pun berada.

HIPMAWANI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas dan memastikan bahwa ruang digital tetap menjadi lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari tindakan diskriminatif dan ujaran kebencian.

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola
Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK
Publik Menantikan Nyali Kejari Baru, Bongkar Skandal PLTS Dinkes Rp 18 Miliar
Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta
Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:32 WIB

Dituding Sengaja Buang Limbah B3 ke Sungai Bekasi, Kuasa Hukum PT Indah Prasta Bantah Akibat Kebocoran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Pimpin Aksi di Pemkab Bekasi, Ketua XTC Sexyroad Gilang Kardinan Tuntut Transparansi Anggaran BBM DLH

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:37 WIB

RSUD Kabupaten Bekasi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Hadapi Penyesuaian Anggaran

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

RSUD Kabupaten Bekasi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal di Tengah Pemotongan Anggaran

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemkab Bekasi Larang Keras Pungli dan Jual Beli Kursi di SPMB 2026/2027

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Mutu Guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Evaluasi Kinerja Kurikulum SD

Minggu, 19 April 2026 - 09:50 WIB

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Berita Terbaru