Peresmian program PKW Platinum Vokasional kewirausahaan bridal make up artist dan salon tahun anggaran 2025
Bertempat di Mall Bip Kota Bandung Rabu (05/11/2025).
Turut hadir wakil walikota bandung kang Erwin serta Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen Dr Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd.
Dalam paparannya Yaya menyampaikan pesannya “Pertama, kita ucapkan kepada LKP Jelita, sudah sangat luar biasa mempersiapkan dengan baik Ini adalah satu program pemerintah yang harus mendapat dukungan dari semua pihak.
Kami berharap ini sudah ada kita memproduk sebuah hasil, jadi yang paling penting adalah bagaimana kita mengkolaborasikan dengan para stakeholder Karena kan kewenangan dari pendidikan nonformal itu ada di daerah, Makanya itu kami perlu melakukan sinkronisasi, Baik nanti program yang ke depan, baik juga pendanaan semuanya.
Jadi program yang dilakukan oleh pemerintah pusat sebenarnya lewat PKW ini adalah piloting yang sesungguhnya harus menjadi kewajiban daerah untuk sama-sama bersinergi Sehingga nanti impact-nya akan lebih besar Oleh karena itu, kami berharap mari kita berkolaborasi untuk bisa mensukseskan program ini.
Kami tidak akan bisa berjalan sendiri, Kami perlu bantuan dari semua pihak, pihak perusahaan, pihak UKM, macam-macam, termasuk pemerintah daerah. Sehingga nanti efek kejutnya akan semakin besar, dampaknya akan semakin besar.
Sehingga kita mari bersama-sama untuk mengentaskan tentunya peluang kerja.
Di saat ini memang kita berupaya semaksimal mungkin untuk bisa meng- create satu keahlian di mana keahlian itu berbasis pada kebutuhan, kebutuhan masyarakat apa, Nah sekarang mungkin kita bisa di LKP Jelita ini kita bisa menyampaikan terkait dengan tata busana.
Mungkin hal lain nanti akan kita kuatkan lagi sehingga nanti apa yang kita lakukan itu berdasarkan kepada kebutuhan pasar, namanya industry need, kemudian berbasis pada kebutuhan. Sehingga nanti tidak ada lagi pengangguran-pengangguran yang tentunya kita akan terus dorong untuk kita penuhi dengan ngelengkapin pelatihan apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan di lapangan.ujarnya**






























