EW-LMND Sultra: Negara Tidak Boleh Rabun Sejarah Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. 

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 16:22 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kendari – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Tenggara menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. EW-LMND menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelupaan sejarah yang disengaja dan upaya mengembalikan legitimasi politik Orde Baru dalam lanskap kekuasaan hari ini.

Ketua EW-LMND Sultra, [Bung Halim], menyebut bahwa negara sedang berada dalam situasi bahaya memori, di mana kekuasaan berusaha membangun narasi baru yang memutihkan kejahatan masa lalu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejarah tidak boleh ditulis oleh para pemenang yang menutupi darah pada tangannya. Menjadikan Soeharto pahlawan sama artinya dengan menghapus air mata ibu-ibu yang kehilangan anaknya, mahasiswa yang diculik, dan rakyat yang dibungkam.”, ujarnya.

Soeharto Tidak Layak Disebut Pahlawan

EW-LMND Sultra menegaskan bahwa rezim Orde Baru di bawah Soeharto:

Menghancurkan demokrasi dan kebebasan sipil, dengan membungkam kritik dan oposisi politik.

Melakukan pelanggaran HAM berat, termasuk pembantaian massal dan penculikan aktivis.

Membangun pondasi oligarki dan korupsi struktural yang masih membelenggu perekonomian nasional hingga kini.

Mengakumulasi kekayaan keluarga dan kroni, sementara kesejahteraan rakyat dikorbankan.

“Mereka ingin membangun mitos pahlawan, padahal yang dipertontonkan adalah penipuan moral paling telanjang dalam sejarah bangsa.”, tambah [Nama Ketua].

Bentuk Pengkhianatan Terhadap Reformasi

Bagi EW-LMND Sultra, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto merupakan penghianatan terhadap gerakan reformasi 1998 yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

“Reformasi tidak lahir dari kesadaran negara, tetapi dari perlawanan rakyat. Dan kini mereka ingin mencabut ingatan itu.”

EW-LMND Sultra menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, petani, dan seluruh rakyat bergerak bersama melawan pengaburan sejarah.

“Bangsa yang lupa sejarah bukan hanya tidak bermartabat — ia sedang menuju jurang kegelapan yang sama.”

Laporan : Redaksi

Berita Terkait

PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:26 WIB

Parkir Liar di Lahan Sengketa Gunung Putri Menjamur Lagi, Polisi Didesak Bongkar Aktor Intelektual

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:20 WIB

Kehadiran Polisi Jaga Kondusifitas Sengketa Lahan di Kota Wisata, Kuasa Hukum Beri Apresiasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:59 WIB

Polemik Parkir di Rumah Sengketa Bogor: Ahli Waris Khawatir Kesehatan Terganggu, Polisi Turun Tangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:55 WIB

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Ketidakhadiran Tergugat

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:06 WIB

Cegah Konflik Sengketa Lahan, Polsek Gunung Putri Bubarkan Sekelompok Orang di Kota Wisata

Senin, 2 Maret 2026 - 15:52 WIB

Skandal Ciangsana: Mediasi Terbukti Fiktif, Oknum Tergugat Diduga Main Hakim Sendiri

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Security Cluster Florence Dipastikan Kondusif, Security Internal Siaga 24 Jam

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:20 WIB

Ponpes Tajul Alawiyyin bersama Polri, Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru