EW-LMND Sultra: Negara Tidak Boleh Rabun Sejarah Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. 

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 16:22 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kendari – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Tenggara menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. EW-LMND menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelupaan sejarah yang disengaja dan upaya mengembalikan legitimasi politik Orde Baru dalam lanskap kekuasaan hari ini.

Ketua EW-LMND Sultra, [Bung Halim], menyebut bahwa negara sedang berada dalam situasi bahaya memori, di mana kekuasaan berusaha membangun narasi baru yang memutihkan kejahatan masa lalu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejarah tidak boleh ditulis oleh para pemenang yang menutupi darah pada tangannya. Menjadikan Soeharto pahlawan sama artinya dengan menghapus air mata ibu-ibu yang kehilangan anaknya, mahasiswa yang diculik, dan rakyat yang dibungkam.”, ujarnya.

Soeharto Tidak Layak Disebut Pahlawan

EW-LMND Sultra menegaskan bahwa rezim Orde Baru di bawah Soeharto:

Menghancurkan demokrasi dan kebebasan sipil, dengan membungkam kritik dan oposisi politik.

Melakukan pelanggaran HAM berat, termasuk pembantaian massal dan penculikan aktivis.

Membangun pondasi oligarki dan korupsi struktural yang masih membelenggu perekonomian nasional hingga kini.

Mengakumulasi kekayaan keluarga dan kroni, sementara kesejahteraan rakyat dikorbankan.

“Mereka ingin membangun mitos pahlawan, padahal yang dipertontonkan adalah penipuan moral paling telanjang dalam sejarah bangsa.”, tambah [Nama Ketua].

Bentuk Pengkhianatan Terhadap Reformasi

Bagi EW-LMND Sultra, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto merupakan penghianatan terhadap gerakan reformasi 1998 yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

“Reformasi tidak lahir dari kesadaran negara, tetapi dari perlawanan rakyat. Dan kini mereka ingin mencabut ingatan itu.”

EW-LMND Sultra menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, petani, dan seluruh rakyat bergerak bersama melawan pengaburan sejarah.

“Bangsa yang lupa sejarah bukan hanya tidak bermartabat — ia sedang menuju jurang kegelapan yang sama.”

Laporan : Redaksi

Berita Terkait

RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif
Safari Suci Haji dan Umroh Gelar Manasik Haji 2026/1447 H di Bandung
Rayakan HUT ke-18, DPD PERKINDO Jawa Barat Perkuat Sinergi Pembangunan Infrastruktur
Gedung Merdeka Jadi Saksi: KNPI-Kadin Dorong Pencegahan Korupsi, Sorot 8 Area Rawan di Jabar
Ikatan Tour Leader Indonesia (ITLA) Jawa Barat Fokus Pengembangan SDM Digital 6.0 di Tengah Tantangan Global

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Silaturahmi Gaya Siliwangi: Pangdam Kosasih Gaungkan “Dua Tangan” di Halal Bihalal FKPPI Jabar

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Kamis, 16 April 2026 - 16:19 WIB

IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WIB

Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WIB

Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

Gedung Merdeka Jadi Saksi: KNPI-Kadin Dorong Pencegahan Korupsi, Sorot 8 Area Rawan di Jabar

Rabu, 8 April 2026 - 23:01 WIB

KDM Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda di Dies Natalis ke-58 UIN Bandung

Berita Terbaru

BEKASI

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:19 WIB