EW-LMND Sultra: Negara Tidak Boleh Rabun Sejarah Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. 

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 16:22 WIB

5076 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kendari – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Tenggara menyatakan penolakan tegas terhadap wacana penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. EW-LMND menilai langkah tersebut sebagai bentuk pelupaan sejarah yang disengaja dan upaya mengembalikan legitimasi politik Orde Baru dalam lanskap kekuasaan hari ini.

Ketua EW-LMND Sultra, [Bung Halim], menyebut bahwa negara sedang berada dalam situasi bahaya memori, di mana kekuasaan berusaha membangun narasi baru yang memutihkan kejahatan masa lalu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejarah tidak boleh ditulis oleh para pemenang yang menutupi darah pada tangannya. Menjadikan Soeharto pahlawan sama artinya dengan menghapus air mata ibu-ibu yang kehilangan anaknya, mahasiswa yang diculik, dan rakyat yang dibungkam.”, ujarnya.

Soeharto Tidak Layak Disebut Pahlawan

EW-LMND Sultra menegaskan bahwa rezim Orde Baru di bawah Soeharto:

Menghancurkan demokrasi dan kebebasan sipil, dengan membungkam kritik dan oposisi politik.

Melakukan pelanggaran HAM berat, termasuk pembantaian massal dan penculikan aktivis.

Membangun pondasi oligarki dan korupsi struktural yang masih membelenggu perekonomian nasional hingga kini.

Mengakumulasi kekayaan keluarga dan kroni, sementara kesejahteraan rakyat dikorbankan.

“Mereka ingin membangun mitos pahlawan, padahal yang dipertontonkan adalah penipuan moral paling telanjang dalam sejarah bangsa.”, tambah [Nama Ketua].

Bentuk Pengkhianatan Terhadap Reformasi

Bagi EW-LMND Sultra, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto merupakan penghianatan terhadap gerakan reformasi 1998 yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

“Reformasi tidak lahir dari kesadaran negara, tetapi dari perlawanan rakyat. Dan kini mereka ingin mencabut ingatan itu.”

EW-LMND Sultra menyerukan kepada mahasiswa, pelajar, buruh, petani, dan seluruh rakyat bergerak bersama melawan pengaburan sejarah.

“Bangsa yang lupa sejarah bukan hanya tidak bermartabat — ia sedang menuju jurang kegelapan yang sama.”

Laporan : Redaksi

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:09 WIB

Koperasi Merah Putih di Jambi Hadapi Tantangan Keberlanjutan dan Tata Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dua Dugaan Skandal Di Dinkes: Publik Desak Kejari Purwakrta Usut Tuntas PLTS Dan BOK

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Musim Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan Lindung Gunung Burangrang Purwakrta

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54 WIB

Dituduh Gelapkan Dana Desa, Kepala Desa Rindu Hati Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:38 WIB

Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:10 WIB

Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:38 WIB

Aksi Demo Jilit II, Kesal Karena Selalu Dibohongi, Puluhan Masa Jemur BH Wanita di Depan Pintu Masuk Polrestabes Medan

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:22 WIB

Diduga Langgar UU Lambang Negara dan Intimidasi Pers, Kelakuan Oknum Pemdes Sumber Sari Pemantik Kemarahan GWI

Berita Terbaru