Oknum Guru Ancam Lewat Pesan WhatsApp, Ijazah Siswa SMP di Cianjur Ditahan Sekolah

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:28 WIB

5057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

CIANJUR | PAJAJARANUPDATE.COM— Dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng oleh dugaan praktik pungutan liar (pungli). Sejumlah orang tua murid mengaku ijazah anak mereka masih ditahan pihak sekolah lantaran belum membayar sejumlah uang administrasi.

Kasus ini terjadi di SMP PGRI 1 Cilaku, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (21/10/2025).

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, anaknya tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya karena ijazah SMP masih ditahan pihak sekolah.

“Anak saya ingin daftar ke sekolah lain, tapi ijazahnya belum bisa diambil. Alasannya karena harus melunasi administrasi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih parah lagi, kata dia, salah satu oknum guru sebut saja (ST) bahkan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp dengan nada ancaman halus kepada siswa.

Isi pesan tersebut berbunyi: “Yang besok tidak datang untuk sidik jari, mohon maaf, kalau nanti butuh ijazah akan dipersulit.”

Selain ancaman itu, wali murid juga menyebut adanya permintaan biaya sebesar Rp70 ribu sebagai syarat pengambilan ijazah.

“Jelas ini sangat melanggar aturan. Gubernur Jawa Barat sudah tegas melarang segala bentuk pungutan untuk pengambilan ijazah, baik negeri maupun swasta. tapi kenyataannya, hal seperti ini masih saja terjadi,” tambahnya.

Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur segera turun tangan untuk menelusuri dugaan pungli tersebut.

Mereka menilai tindakan itu mencederai semangat dunia pendidikan yang seharusnya menjunjung kejujuran, pelayanan, dan keadilan bagi seluruh siswa.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa melanjutkan sekolah tanpa hambatan. Jangan sampai karena uang, masa depan mereka terhenti,” tegas salah satu wali murid lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP PGRI 1 Cilaku belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penahanan ijazah dan pungutan yang dilakukan di lingkungan sekolah tersebut.

(Tim)

Berita Terkait

RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif
Safari Suci Haji dan Umroh Gelar Manasik Haji 2026/1447 H di Bandung
Rayakan HUT ke-18, DPD PERKINDO Jawa Barat Perkuat Sinergi Pembangunan Infrastruktur
Gedung Merdeka Jadi Saksi: KNPI-Kadin Dorong Pencegahan Korupsi, Sorot 8 Area Rawan di Jabar
Ikatan Tour Leader Indonesia (ITLA) Jawa Barat Fokus Pengembangan SDM Digital 6.0 di Tengah Tantangan Global

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 21:38 WIB

“No Money, No Project!” Terungkap 154 Paket Proyek Mengalir Ke SRJ di Tahun 2024

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

Apresiasi Mengalir untuk KPK dan PN Tipikor Bandung Atas Pengungkapan Kasus Korupsi APBD Bekasi

Sabtu, 4 April 2026 - 13:50 WIB

Polisi Bantah Langgar SOP, Kegagalan Disebabkan Tak Ada Pejabat Eksekutif Temui Pendemo

Kamis, 2 April 2026 - 13:01 WIB

LAKUMHAM DPC PKB Kota Bekasi Mundur, Sebut Visi Tak Sejalan Hingga Masalah Moral Internal

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:08 WIB

Gelar Dialog Kebangsaan di Cibarusah, Kang Fuad: Majelis ASTA CITA Adalah Jembatan Ulama dan Pemerintah

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Jalur Tikus PMI di Imigrasi Bekasi Terbongkar? 

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:59 WIB

Lima Tahun Dipertanyakan, Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi Janji Evaluasi Total

Senin, 2 Maret 2026 - 16:33 WIB

Menu MBG di SDN 01,02 dan 03 Sukamulya Seperti Menu Tahlilan

Berita Terbaru