CIANJUR — Dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. di SDN Sindangsari 2, Kecamatan Cilaku, pemandangan memilukan terlihat di salah satu ruang kelas: puluhan siswa terpaksa belajar di lantai tanpa meja, tanpa kursi, bahkan sebagian ruangannya nyaris tidak layak disebut kelas.
Pada Selasa (21/10/2025), awak media mendapati kondisi memprihatinkan itu. Anak-anak duduk bersila di lantai, menulis di buku yang mereka letakkan di pangkuan.

di sisi lain, beberapa murid di kelas VI terlihat menggunakan kursi plastik seadanya karena minimnya fasilitas belajar yang seharusnya disediakan oleh sekolah.
Salah satu orang tua murid yang ditemui di lokasi tak kuasa menahan kecewa.
“Kami sedih melihat anak-anak harus belajar seperti ini. Pemerintah jangan tutup mata. Anak-anak ini masa depannya sedang dipertaruhkan,” ucapnya geram.
Sementara itu, seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ruang kelas II yang kini digunakan sebenarnya dulunya adalah mushola.
Karena kelebihan kuota murid baru, ruangan itu terpaksa diubah menjadi kelas darurat tanpa sarana belajar yang memadai.

“Benar, dulu itu mushola. Karena murid baru banyak, kami pakai ruangan itu sementara. Tapi sampai sekarang belum juga ada meja dan kursi dari dinas,” ujarnya dengan nada pasrah.
Kondisi fisik bangunan sekolah pun tak kalah memprihatinkan. Beberapa pintu kelas tampak lapuk, sebagian atap bolong, dan dinding mengelupas. Menurut keterangan guru, kerusakan itu belum pernah diperbaiki sejak gempa besar yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu.
“Sudah lama kami ajukan perbaikan, tapi belum ada tanggapan. Atap yang dulu sempat diperbaiki pun kini rusak lagi,” tambahnya.
Ironisnya, saat awak media hendak mendokumentasikan kondisi sekolah, seorang guru melarang pengambilan gambar dengan alasan belum mendapat izin kepala sekolah. hingga berita ini diturunkan, pihak kepala SDN Sindangsari 2 belum bisa dimintai keterangan.
Kondisi ini mencerminkan kontras tajam antara slogan pendidikan merdeka belajar dengan kenyataan pahit di lapangan.
Anak-anak di SDN Sindangsari 2 harus menimba ilmu dalam kondisi jauh dari kata layak di lantai yang dingin, di bawah atap bocor, tanpa meja, tanpa kursi.(Tim)
Pemerintah Kabupaten Cianjur, terutama Dinas Pendidikan, diminta segera turun tangan.
Karena di balik gedung-gedung megah dan pidato pejabat soal mutu pendidikan, masih ada anak-anak yang berjuang mengejar cita-cita tanpa meja, tanpa kursi, dan tanpa perhatian negara.(Tim)
































