KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:47 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | PAJAJARANUPDATE.COM — Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Menurutnya, indikasi penyimpangan pada proyek transportasi nasional tersebut sudah sangat jelas terlihat, mulai dari penggelembungan biaya hingga pelanggaran dalam proses evaluasi tender.

Anthony menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/10/2025), yang sekaligus menjadi bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) terbuka kepada KPK. Ia menilai aneh jika lembaga antirasuah masih menunggu laporan masyarakat, sementara indikasi dugaan korupsi sudah terang benderang.

“KPK tidak perlu menunggu laporan lagi. Fakta dugaan korupsi sudah terbuka lebar. Kalau lembaga penegak hukum masih ragu, itu menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan fungsi dasarnya,” tegas Anthony.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dugaan korupsi dalam proyek KCJB terlihat dari indikasi markup atau penggelembungan biaya yang dinilai sangat tidak wajar. Awalnya, nilai proyek ditawarkan sebesar 5,5 miliar dolar AS oleh pihak China, namun naik menjadi 6,02 miliar dolar AS — jauh di atas proyek sejenis di negara asalnya yang berkisar 17–30 juta dolar AS per kilometer.

“Biaya per kilometer proyek KCJB mencapai 41,9 juta dolar AS, padahal proyek Shanghai–Hangzhou di China hanya sekitar 22,9 juta dolar AS. Ada selisih sekitar 2,7 miliar dolar AS yang patut diduga sebagai hasil markup,” ungkapnya.

Selain markup, Anthony juga menyoroti bunga pinjaman yang jauh lebih tinggi dari tawaran Jepang. China memberikan pinjaman dengan bunga 2% per tahun, sedangkan Jepang hanya 0,1%. Dengan skema pembiayaan 75 persen dari total proyek, beban bunga proyek versi China mencapai sekitar Rp1,47 triliun per tahun, 20 kali lipat lebih besar dibanding tawaran Jepang.

“Ada pelanggaran serius dalam proses evaluasi proyek. Komponen bunga tidak dihitung secara benar, sehingga penawaran China seolah lebih murah dari Jepang. Padahal kenyataannya sebaliknya,” katanya.

Ia menambahkan, pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS juga memperkuat dugaan penyimpangan. Nilai proyek yang semula 6,02 miliar dolar AS membengkak menjadi 7,22 miliar dolar AS, dan sebagian besar tambahan dana tersebut kembali dibiayai dengan pinjaman berbunga tinggi.

“Dengan bunga baru sebesar 3,4 persen per tahun untuk pembiayaan tambahan, total beban bunga kini mencapai hampir Rp2 triliun per tahun. Ini jelas merugikan negara,” tegas Anthony.

Karena itu, ia meminta KPK bertindak cepat melakukan penyelidikan resmi terhadap seluruh proses pengadaan, pembiayaan, dan perubahan nilai proyek KCJB. Anthony menilai, rakyat berhak tahu ke mana sebenarnya uang publik dan pinjaman negara tersebut mengalir.

“Proyek ini bukan sekadar transportasi, tapi cerminan bagaimana kebijakan publik bisa disandera kepentingan. KPK harus segera bergerak. Rakyat mengawasi,” pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional
Masak Hepi: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dapur Minim Food Waste
RIZA DAMANIK LUNCURKAN PROGRAM FUSION DAN REVITALISASI DAPUR SPPG
FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota
Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif
Safari Suci Haji dan Umroh Gelar Manasik Haji 2026/1447 H di Bandung
Rayakan HUT ke-18, DPD PERKINDO Jawa Barat Perkuat Sinergi Pembangunan Infrastruktur

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 15:58 WIB

Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 16:05 WIB

Siliwangi Santri Camp, Sekjen Kementan, Dr Suwandi, Ketahanan Pangan, MBG, Kodam III Siliwangi, Santri, Hilirisasi

Kamis, 16 April 2026 - 18:53 WIB

FKPPI Kota Bandung Halal Bihalal: Ajak Kader Solid, Siap Jawab Tantangan Kota

Kamis, 16 April 2026 - 16:19 WIB

IKEA di King’s Shopping Center Jadi Sinyal Positif Revitalisasi Pusat Kota Bandung

Kamis, 16 April 2026 - 14:52 WIB

Adu Otak Anak SMK: Maxim x Disdik Jabar Gelar Kuis Cerdas Cermat di Bandung

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WIB

Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar

Senin, 13 April 2026 - 13:43 WIB

Pergunus Jawa Barat Gandeng Badan Gizi Nasional Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 12 April 2026 - 17:14 WIB

Kepengurusan Baru 2026–2031, DPW Brigez Kota Bandung Gelar Halal Bihalal Akbar: Tegaskan Komitmen Citra Positif

Berita Terbaru

BEKASI

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Minggu, 19 Apr 2026 - 09:50 WIB

BEKASI

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Jumat, 17 Apr 2026 - 19:19 WIB