Cianjur, – Suara sorak dan dentum tabuh kendang menggema di udara, menjadi saksi semaraknya gelaran seni budaya ketangkasan Domba Garut yang digelar di Kampung Pasir Peuti RT 03 RW 03, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Minggu (20/10/2025).
Kegiatan yang diikuti 360 peserta dengan total 700 ekor Domba Garut itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah pelestarian budaya khas Tatar Sunda.

Alep Sopian Ketua Forum Masyarakat Desa (Formades) Kabupaten Cianjur yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga upaya meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing peternak lokal.
“Acara ini digelar untuk meningkatkan nilai jual Domba Garut dan mendorong perputaran ekonomi UMKM di wilayah setempat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa gelaran ketangkasan ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kecamatan Sukaluyu, dan ke depan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan.
“Pesertanya tidak hanya dari Cianjur, tapi juga dari luar daerah seperti Bandung, Sukabumi, dan Garut. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Dadang Fauzi, mengatakan kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang melestarikan warisan budaya yang telah mengakar di masyarakat.
“Ini bagian dari kesenian budaya Sunda yang memang harus terus dijaga dan dilestarikan. Domba Garut bukan sekadar hewan tangkas, tapi simbol kebanggaan dan identitas,” ujarnya.
Acara berlangsung meriah dengan antusias warga yang memadati area lapangan sejak pagi. Sorakan penonton berpadu dengan suara kendang dan teriakan wasit menambah semangat para peserta yang menurunkan Domba-Domba terbaiknya.
Gelaran ini menjadi bukti bahwa di tengah arus modernisasi, Sukaluyu masih menjaga denyut budaya tradisionalnya, tempat di mana Domba Garut bukan hanya bertarung di arena, tapi juga menghidupkan ekonomi dan kebersamaan warga.(Rst)






























