CIANJUR — Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur berdiri gagah di tepi jalur nasional, tepat di samping Gedung DPRD Cianjur, dari kejauhan bangunannya tampak megah, bagaikan banteng merah yang tegak menatap jalan raya.
Namun, di balik kemegahannya, muncul dugaan bahwa sebagian badan bangunan itu menjorok ke area saluran irigasi aktif, Jumat (17/10/2025).

Dugaan ini mengalir cepat di tengah masyarakat, memunculkan tanya: apakah bangunan yang berdiri di atas aliran air itu sudah sejalan dengan aturan tata ruang dan lingkungan?
Sebab, posisi yang menempel pada saluran irigasi dikhawatirkan melanggar ketentuan ruang hijau teknis, yang semestinya steril dari bangunan permanen.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Komarudin, menegaskan bahwa pembangunan di atas sepadan irigasi atau jalan tidak dibenarkan secara teknis maupun lingkungan.
“Bangunan yang menutupi sepadan irigasi atau jalan memang tidak diizinkan. Ini menyangkut aspek teknis dan lingkungan,” ujarnya.
Ia mengatakan, tim DLH tengah menelusuri status dan kewenangan saluran irigasi tersebut untuk memastikan penanganan yang tepat.
“Kita telusuri dulu, apakah saluran ini kewenangan kabupaten atau provinsi, tapi secara aturan, jelas, hal seperti ini menjadi ranah PUTR,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Cianjur, Cepi, juga menilai pembangunan di atas saluran irigasi tidak sesuai ketentuan.
“Secara aturan, bangunan di atas saluran pengeluaran atau irigasi itu kurang pas. nanti saya akan berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.
Cepi mengaku akan segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan bentuk dan posisi bagian bangunan yang menjorok ke saluran air.
“Untuk menindaklanjutinya, nanti akan saya cek langsung ke lapangan seperti apa bentuk dan bagian bangunannya,” jelasnya.
Sementara publik masih menanti penjelasan resmi, bayangan banteng merah di tepi jalan nasional itu kini menjadi simbol tanya, antara kemegahan dan aturan, antara semangat partai dan garis batas alam.
Hingga berita ini tayang, pengurus DPC PDIP Kabupaten Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(Tim)






























