
Jakarta, 10 Oktober 2025 — Koalisi Mahasiswa Independen Berkeadilan Indonesia (KMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), dan kantor DPP PDI Perjuangan.
Aksi tersebut menuntut agar aparat penegak hukum segera menangkap dan memeriksa oknum Wakil Ketua DPRD Kota Baubau yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Sorawolio, serta mengusut tuntas dugaan tewasnya seorang warga akibat ditabrak mobil milik oknum tersebut.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, R. Boy, menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan keadilan dan transparansi dalam proses penegakan hukum.
“Kami mendesak KPK RI dan Mabes Polri agar segera turun tangan. Jangan ada tebang pilih dalam penegakan hukum. Jika benar ada keterlibatan oknum pejabat DPRD, maka harus diusut tuntas dan ditindak tegas,” ujar R. Boy di sela-sela aksi.
KMII juga mendesak DPP PDI Perjuangan agar menunjukkan sikap tegas terhadap kader atau anggota partai yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi tersebut. Menurut mereka, tindakan tegas partai menjadi bukti nyata komitmen terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan integritas pejabat publik.
Adapun tuntutan utama dalam aksi tersebut meliputi:
1. Mendesak KPK RI untuk menangkap dan memeriksa Wakil Ketua DPRD Kota Baubau yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Jalan Sorawolio.
2. Meminta DPP PDI Perjuangan untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum yang terlibat.
3. Mendesak Mabes Polri untuk mengusut secara transparan dugaan tewasnya warga yang ditabrak mobil milik oknum Wakil Ketua DPRD Baubau.
R. Boy menegaskan bahwa aksi serupa akan terus digelar apabila penegak hukum tidak segera mengambil langkah konkret.
“Kami tidak akan berhenti bersuara sampai keadilan ditegakkan dan kasus ini benar-benar diselesaikan secara transparan,” tegasnya.
































