Aroma Gurih Berujung Gelisah: Belasan Siswa di Cianjur Diduga Keracunan Makanan MBG

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:44 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Hidangan yang seharusnya menjadi sumber tenaga justru berubah menjadi sumber petaka. Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Cianjur, menimpa belasan pelajar Yayasan Raudhatul Muttaqin, Kecamatan Gekbrong, pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Setelah menyantap makanan dari penyedia MBG, sebanyak 16 siswa mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut tak lama berselang. Dari jumlah tersebut, 14 siswa sempat menjalani perawatan di Puskesmas Gekbrong, sementara dua lainnya mendapat pertolongan langsung di sekolah.

Kepala Sekolah Yayasan Raudhatul Muttaqin, Muhamad Made, menuturkan bahwa gejala mulai muncul sekitar 30 menit setelah santap pagi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekitar pukul 09.00 anak-anak makan, lalu sekitar 09.30 mereka mulai merasakan pusing dan sakit perut. Menu yang disajikan waktu itu chicken katsu, tahu, buah anggur, dan nasi,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Dari total siswa yang terdampak, lima merupakan pelajar SD, sementara sebelas lainnya pelajar SMP.

“Alhamdulillah, semuanya sudah tertangani. Sebagian besar sudah pulang dan kondisinya membaik. Pihak Dinas Kesehatan juga sudah mengambil sampel makanan untuk diuji,” tambah Made.

Sementara itu, perwakilan Puskesmas Gekbrong, Nani, membenarkan bahwa para siswa yang dirawat kini telah dipulangkan setelah menjalani observasi selama beberapa jam.

“Anak-anak datang dengan keluhan mual dan pusing, tapi tidak ada gejala berat. Setelah empat jam observasi, semuanya dinyatakan aman dan dipulangkan ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Pihak Puskesmas memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab dugaan keracunan tersebut.

Kasus ini menambah deretan insiden serupa yang sempat mencoreng nama MBG di beberapa wilayah sebelumnya. Makanan yang sejatinya dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat belajar kini justru membuat anak-anak tumbang di tengah derai doa pagi.

Kini publik menanti langkah cepat pemerintah daerah untuk memastikan kejadian seperti ini tak terus berulang. Karena di balik setiap nasi kotak yang tersaji, tersimpan tanggung jawab besar menjaga rasa aman, bukan sekadar rasa kenyang.

Berita Terkait

Играть в Joy Casino онлайн — доступ к официальному сайту
Wamenkum RI Sosialisasikan KUHP 2023 & KUHAP 2025 di Bandung: Upaya Penyeragaman Persepsi Hukum
Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama Tekankan Integritas dan Perjuangkan Kesejahteraan Anggota BPD di Rakor Karawang
Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama DPD Golkar Jabar, Kang Ace Ajak Kader Jaga Kekompakan
M. Iqbal Rachmady: BASNOM HIPMI Otomotif Jabar Jadi Rumah Kolaborasi Lintas Generasi
Pererat Silaturahmi, Adhitia Yudisthira Hadiri Buka Bersama HIPMI Cimahi
Эльдорадо казино обзор платформы — подробный гайд пошагово
Казино Мелбет — официальный сайт и регистрация и игровые функции

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 09:59 WIB

Lima Tahun Dipertanyakan, Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi Janji Evaluasi Total

Senin, 2 Maret 2026 - 16:33 WIB

Menu MBG di SDN 01,02 dan 03 Sukamulya Seperti Menu Tahlilan

Minggu, 22 Februari 2026 - 17:45 WIB

Aliansi Ormas Bekasi  Berbagi Takjil Gratis Selama Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:24 WIB

Sawah Jadi Beton: “Bom Waktu” Pembangunan BLK di Sukaasih di Tengah Ketatnya Perizinan

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:22 WIB

Usai Relokasi Pedagang Pasar Tumpah, Dishub Kabupaten Bekasi Tata Lalin dan PJU

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:12 WIB

Plt Bupati Bekasi Tinjau Langsung Relokasi 500 Pedagang Pasar Tumpah Cikarang

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:34 WIB

Ormas XTC  Sebut Ada 11 Bandar Obat Terlarang di Kampung Kavling, Mendesak APH Segera Menangkap!! 

Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:25 WIB

Undang- Undang Tipikor Kepala Daerah Terkait Garifikasi Segera Evaluasi

Berita Terbaru