Pendapatan Naik, Wibawa Turun: Pejabat Bapenda Disorot karena Arogansi

REDAKSI JABAR

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 20:40 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Di balik gemerlap capaian target pendapatan daerah yang tampak bersinar di atas kertas, terselip bayang sikap arogansi dari seorang pejabat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur yang justru mencoreng semangat transparansi publik.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (10/10/2025), ketika sejumlah wartawan mendatangi Kantor Bapenda Cianjur untuk mengonfirmasi data capaian target pendapatan daerah. Namun, niat baik untuk menggali informasi publik tersebut disambut dengan sikap dingin dari salah satu pejabat, HR, yang menjabat sebagai Kabid Pengembangan dan Retribusi Daerah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih menjawab pertanyaan secara substansial, HR justru terkesan “alergi” terhadap kehadiran awak media. Dengan nada tinggi, ia malah mempertanyakan legalitas para wartawan yang datang, disertai tutur kata yang kurang menyenangkan.

“Sikap seperti itu menimbulkan kesan seolah ada hal yang ingin ditutupi dan enggan dibuka secara transparan,” ujar salah seorang wartawan yang hadir di lokasi.

Tak berhenti di situ, HR juga sempat bercerita panjang lebar mengenai pengalaman masa lalunya di dunia pemerintahan — mulai dari pernah bertugas di Satpol PP hingga menjadi ajudan bupati. Cerita yang seolah ingin menegaskan posisi dirinya di hadapan para pewarta.

Namun, setelah perdebatan dan situasi yang sempat memanas, HR akhirnya didampingi oleh Kabid Penataan dan Pendapatan, Lucky, memaparkan data realisasi capaian pendapatan daerah hingga 7 Oktober 2025.

“Dari target Rp1,1 triliun, realisasi sudah mencapai Rp763 miliar atau sekitar 66,14 persen,” ungkap Lucky.

Rincian capaian tersebut berasal dari empat sektor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD):

Pajak Daerah: 72,47%
Retribusi Daerah: 57,25%
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: 100%
Lain-lain PAD yang Sah: 78,1%

Menurut Lucky, sektor tertinggi berasal dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang telah mencapai 100 persen.
Namun, di sisi lain, pihak Bapenda mengakui masih ada persoalan klasik yang membelit sistem pembayaran.(Tim)

Berita Terkait

Tidak Butuh Waktu Lama, Polsek Gunung Malela Kembali Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Dua HP di Viral Spa — iPhone 13 dan Oppo Berhasil Ditemukan
Kalapas Binjai Tegaskan Komitmen Zero HALINAR demi Lapas Aman dan Kondusif
Perkuat Sinergi APH, Kalapas Kelas IIA Kupang Jalin Koordinasi Strategis dengan Ketua Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA
I Ketut Adi Candra: Melukis sebagai Doa, Hidup sebagai Laku
160 Pengurus Dilantik, 2000 Kader Hadiri Konsolidasi Akbar di GOR Saparua
PMII Kota Bandung Gelar Rangkaian Harlah ke-66: Dari Simposium Kaderisasi hingga Konsolidasi Gerakan
Tinggalkan Menara Gading, KH. Wahyul Ajak Kader PMII ‘Melarut’ Bersama Rakyat
Ledia Hanifa, Kemenbud, dan Wali Kota Farhan Tegaskan Diplomasi Budaya Pilar Ketahanan Nasional

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:32 WIB

Dituding Sengaja Buang Limbah B3 ke Sungai Bekasi, Kuasa Hukum PT Indah Prasta Bantah Akibat Kebocoran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Pimpin Aksi di Pemkab Bekasi, Ketua XTC Sexyroad Gilang Kardinan Tuntut Transparansi Anggaran BBM DLH

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:37 WIB

RSUD Kabupaten Bekasi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Hadapi Penyesuaian Anggaran

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

RSUD Kabupaten Bekasi Pastikan Pelayanan Tetap Optimal di Tengah Pemotongan Anggaran

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemkab Bekasi Larang Keras Pungli dan Jual Beli Kursi di SPMB 2026/2027

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:00 WIB

Tingkatkan Mutu Guru, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Evaluasi Kinerja Kurikulum SD

Minggu, 19 April 2026 - 09:50 WIB

JEJAK SETAPAK PELAYAN RUMAH TUHAN

Jumat, 17 April 2026 - 19:19 WIB

70 TKA Tak Dideportasi, Disinyalir Ada Permainan

Berita Terbaru